Sejumlah Sayuran di Pasar Sewukan Kabupaten Magelang Mengalami Kenaikan Harga

Sejumlah Sayuran di Pasar Sewukan Kabupaten Magelang Mengalami Kenaikan Harga

NYALANUSANTARA, Magelang- Kondisi cuaca yang tidak menentu memicu kenaikan harga sejumlah jenis sayuran di pasar utama Agrobisnis Sewukan Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. kenaikan harga tersebut juga berkaitan dengan pasokan dari petani yang berkurang di akhir masa panen.

Anik, salah satu pedagang sayuran di Pasar Sewukan mengatakan, satu pekan terakhir sayuran seperti cabai, dan tomat besar menjadi idola yang paling diburu para pedagang.

Saat ini, harga tomat cenderung menguntungkan bagi petani yakni dikisaran Rp 12.000 Rp.15.000/kg. Jika dibanding masa tanam sebelumnya pada akhir tahun 2023, harga tomat hanya dikisaran Rp5000 - Rp 7000/kg. selain tomat, harga cabai rawit dan cabai merah juga masih bertahan tinggi dikisaran Rp 34.000/kg.

Minimnya hasil panen dari petani di musim hujan dan sesekali panas terik seperti sekarang ini, membuat harga tomat mengalami kenaikan. Selain itu juga luas lahan tanam kedua komoditas tersebut cenderung sedikit jika dibanding tanaman hortikultura lain. "Justru kalau gak hujan malah naik, kalau musimnya panas naik dan musim hujan malah turun," kata Anik, Jumat (19/1/2024).

Anik menambahkan kenaikan harga juga terjadi pada timun Rp 4.000/kg sebelumnya hanya Rp 3000/kg, sedangkan untuk jenis sayuran daun seperti sawi, kembangkol, dan brokoli juga cenderung mengalami kenaikan harga dikisaran seribu rupiah perkilogramnya.

Berdasarkan data pengelola Pasar Agrobisnis Sewukan kondisi pasokan semua jenis sayuran saat ini sudah stabil melimpah jika dibanding musim kemarau. "Untuk pasokan semua komoditas stabil," ujar Pengelola Pasar Agrobisnis Sewukan Dedi Kurniawan.

Namun demikian, tingginya curah hujan juga berpengaruh terhadap produktifitas beberapa jenis tanaman sayuran seperti kembangkol, wortel dan sawi. Selain rentan terhadap serangan hama, tingginya curah hujan juga membuat sayuran cepat mengalami pembusukan.

Dedi menjelaskan, keberadaan Pasar Agrobisnis sewukan ini menjadi pusat transaksi semua hasil pertanian dari petani lereng Gunung Merapi, Merbabu Andong, dan Telomoyo. Setiap hari hampir 150 ton lebih berbagai sayuran masuk dan keluar dari pasar ini.

Tingkatan harga dari pasar ini juga berpengaruh terhadap pasokan dan harga komodistas sayuran di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta dan kota besar lainnya. "Bisa dikatakan ia berpengaruh kepada harga pasar lain karena di pasar ini bisa dikatakan tangan pertama," pungkasnya.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini