Ekspor Durian Beku Indonesia ke China Melesat, Capai Ribuan Ton

Ekspor Durian Beku Indonesia ke China Melesat, Capai Ribuan Ton

XINHUA

NYALAUSANTARA, KLATEN- Badan Karantina Indonesia mencatat kinerja ekspor durian beku ke China menunjukkan tren positif sejak awal 2026. Total volume ekspor telah mencapai 4.077 ton dengan nilai sekitar Rp377,5 miliar, menandai tingginya permintaan pasar terhadap komoditas unggulan Indonesia ini.

Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, menyampaikan bahwa hingga pertengahan April, sebanyak 151 kontainer durian beku telah dikirim ke China. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam membuka akses pasar internasional yang lebih luas.

Akses ekspor langsung ke China sendiri baru terwujud setelah kesepakatan protokol perdagangan antara kedua negara dalam kunjungan Perdana Menteri China, Li Qiang, ke Jakarta pada Mei 2025. Sejak ekspor perdana pada Desember 2025, pengiriman terus berlanjut, termasuk tambahan 459 ton durian beku dari Sulawesi Tengah pada April 2026.

Dampak positif juga dirasakan oleh petani lokal. Waktu pengiriman yang sebelumnya mencapai 56 hari kini dapat dipangkas menjadi sekitar 22–26 hari, sehingga lebih efisien dari sisi biaya dan mempercepat arus kas.

Dengan potensi pasar yang besar, Indonesia menargetkan dapat menguasai 5–10 persen pangsa pasar durian di China. Jika tercapai, peluang devisa tambahan diperkirakan mencapai Rp6,4 triliun hingga Rp12,8 triliun per tahun.

Selain itu, harga durian ekspor ke China dinilai jauh lebih menguntungkan, bahkan bisa mencapai lima hingga tujuh kali lipat dibandingkan harga di pasar domestik. Saat ini, delapan fasilitas pengemasan telah mendapatkan izin ekspor, mayoritas berada di Sulawesi Tengah yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi durian terbesar di Indonesia.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini