Singapura Raih Kontrak Eksklusif Taylor Swift, Pakar UNAIR Ulas Dampak Ekonomi Hingga Pemasaran

Singapura Raih Kontrak Eksklusif Taylor Swift, Pakar UNAIR Ulas Dampak Ekonomi Hingga Pemasaran

Dr Gancar C. Premananto CMA CDM AIBIZ, Ketua Departemen Manajemen FEB UNAIR Sekaligus Pakar Ekonomi UNAIR. Foto: Istimewa

NYALANUSANTARA, Surabaya - Bintang pop dunia, Taylor Swift, mengumumkan rencananya untuk menggelar konser The Eras Tour di Asia Tenggara sebagai bagian dari tur dunia album terbarunya, Red (Taylor’s Version). 

Namun, keputusan mengejutkan datang saat pengumuman bahwa konser ini akan menjadi eksklusif hanya di Singapura, dengan agenda di negara-negara ASEAN lainnya dibatalkan.

Penghapusan konser di negara-negara ASEAN lainnya, yang dilaporkan merupakan bagian dari kesepakatan eksklusif dengan Singapura, telah menimbulkan kekecewaan di antara para penggemar Taylor Swift di seluruh kawasan. 

Singapura dilaporkan memberikan subsidi besar-besaran senilai USD 2-3 juta per konser kepada Swift sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Dr. Gancar C. Premananto CMA CDM AIBIZ, seorang Pakar Ekonomi dari UNAIR, mengungkapkan bahwa keputusan ini tidaklah mengejutkan mengingat kebiasaan Taylor Swift dalam membuat kontrak eksklusif. 

Beliau menjelaskan bahwa kesepakatan ini akan memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan bagi Singapura, dengan memperkuat citra negara sebagai destinasi wisata berbasis passion.

Gancar menyoroti potensi ekonomi yang dihadirkan oleh kesepakatan ini, mengutip kesuksesan konser Coldplay di Singapura pada bulan Januari 2024 yang diperkirakan menghasilkan sekitar SGD 96 juta atau sekitar 1,5 triliyun rupiah dalam perekonomian negara tersebut.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini