Guru Besar UNAIR Angkat Bicara Soal Perburuan Takjil Lintas Agama

Guru Besar UNAIR Angkat Bicara Soal Perburuan Takjil Lintas Agama

Profesor Dr. Bagong Suyanto, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga

NYALANUSANTARA, Surabaya - Bulan Ramadan, bulan suci bagi umat Islam di seluruh dunia, kembali hadir dengan keceriaan dan berkahnya. Namun, tahun ini menyuguhkan sebuah fenomena menarik yang tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, yaitu perburuan takjil lintas agama.

Tidak hanya umat Muslim yang antusias dalam mencari takjil sebagai menu berbuka puasa, namun juga masyarakat non-Muslim turut meramaikan aktivitas ini. 

Tren yang mencuat di media sosial ini menunjukkan bahwa semangat berbagi dan persatuan tidak mengenal batas agama.

Profesor Dr. Bagong Suyanto, seorang Guru Besar dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), menyoroti fenomena ini sebagai potensi besar dalam mempererat tali persaudaraan antar umat beragama. 

"Masyarakat non-Muslim tidak hanya membeli takjil untuk konsumsi pribadi, tetapi juga ada yang dengan tulus membagikannya kepada sesama yang menjalankan puasa," ungkapnya.

Menurut Prof. Bagong, fenomena ini bukan hanya sekadar aktivitas belanja, tetapi juga menjadi simbol toleransi dan kerukunan antar umat beragama. 

Dalam keragaman yang ada di Indonesia, sikap saling menghormati dan toleransi menjadi kunci untuk memperkokoh persatuan. 

"Saya rasa ini tren yang baik, supaya memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa meski berbeda agama tetap harus saling menghormati satu sama lain," tambahnya.

Dekan FISIP UNAIR, yang juga mengapresiasi tren positif ini, berharap bahwa semangat persaudaraan dan toleransi akan terus mengalir di tengah masyarakat Indonesia yang multipluralis. 

"Di masyarakat multipluralis seperti Indonesia harus dibangun sikap yang toleran," tandasnya, menegaskan pentingnya membangun fondasi toleransi dalam menjaga keharmonisan antar umat beragama.

Fenomena perburuan takjil lintas agama tidak hanya menjadi cerminan semangat Ramadan, tetapi juga pesan persatuan yang bernilai dalam keberagaman Indonesia.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini