Makna Filosofis di Balik Logo PIMNAS 37
NYALANUSANTARA, Surabaya - Menuju gelaran Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) ke-37 yang akan diadakan pada Oktober mendatang, Universitas Airlangga (UNAIR) meluncurkan logo resmi PIMNAS 37.
Logo ini merupakan hasil karya dari dua mahasiswa dan seorang dosen Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA), yaitu Melati Oktavia Febriana, Siti Muslikah Rahmadani, dan Jayanti Dian Eka Sari SKM MKes.
“Tidak menyangka sebelumnya bahwa karya kami terpilih pada sayembara logo yang diadakan oleh UNAIR. Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya dan tim untuk terlibat serta berkarya pada PIMNAS 37 kali ini,” ujar Melati Oktavia Febriana.
Filosofi Logo
Dalam perancangannya, logo PIMNAS 37 mengandung berbagai makna dan filosofi. Melati dan tim memilih tiga warna pokok, yaitu biru, kuning emas, dan merah.
Warna biru merepresentasikan kedamaian dan kestabilan, sementara warna kuning emas melambangkan kejayaan dan kecerdasan.
Warna merah diharapkan mencerminkan semangat juang dan keberanian setiap peserta dalam mencetak prestasi.
Ikon obor Tugu Pahlawan dalam logo menggambarkan semangat dan perjuangan untuk kejayaan bangsa, dengan harapan peserta PIMNAS 37 dapat semangat dan berjuang dalam menciptakan solusi inovatif bagi kemajuan bangsa.
Selain itu, ikon bambu runcing pada tulisan “Pekan Mahasiswa Nasional” mencerminkan kerja sama dan integrasi berbagai disiplin ilmu serta ketajaman pemikiran peserta.
Penggunaan perisai dalam penulisan tahun 2024 melambangkan perlindungan dan keamanan, diharapkan para peserta dapat berkomitmen dalam menggunakan pengetahuannya untuk melindungi kemajuan masyarakat.
Unik dan Bermakna
Angka 37 pada logo PIMNAS 37 juga memiliki keunikan tersendiri. Angka 3 terbentuk dari dua hewan khas Surabaya, Sura dan Baya, sementara angka 7 dihiasi batik Abhi Boyo, salah satu kekayaan budaya Surabaya.
Batik ini menggambarkan keragaman dan kekayaan intelektual yang dimiliki peserta PIMNAS-37 dari seluruh Indonesia.
Pada bagian bawah angka 7 terdapat logo kolaboratif yang mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan inovasi.
Melati berharap ajang PIMNAS-37 menjadi wadah inspirasi bagi para mahasiswa untuk menghasilkan riset unggulan yang bermanfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan di masyarakat.
“Saya berharap, gelaran PIMNAS 37 dapat berjalan sukses tanpa halangan dan memberikan kesan serta memori baik bagi para peserta,” tutupnya.
Editor: Admin
Terkait
NYALANUSANTARA, Surabaya- International Convention of Asia Scholars (ICAS)…
NYALANUSANTARA, Surabaya - Cantik dan berprestasi mungkin julukan…
NYALANUSANTARA, Surabaya - Inovasi dalam konservasi penyu semakin…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Semarang- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Merek otomotif asal China, Changan, menggelar…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul- Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memimpin…
NYALANUSANTARA, Banyumas- Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menggelar…
NYALANUSANTARA, Surakarta- Belasan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)…
NYALANUSANTARA, Semarang- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Batang- Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa…
NYALANUSANTARA, Cilacap- Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti,…
NYALANUSANTARA, Cilacap- Pemerintah Kabupaten Cilacap menggelar Musyawarah Perencanaan…
Komentar