Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas

Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Universitas Paramadina melalui The Lead Institute menggelar webinar bertajuk “Islam di India: Menjadi Muslim, Seorang Wanita, dan Minoritas” pada Sabtu (7/3). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Ramadhan 2026 “Cahaya Islam Lintas Benua” yang diselenggarakan bersama Maha Indonesia, Pray Foundation, dan Pratita Foundation.

Acara dibuka dengan pengajian oleh mahasiswa filsafat Paramadina, Hasbin Najib, dan dipandu oleh peneliti The Lead Institute, Mayasintha Fransiska.

Kepala The Lead Institute, Suratno Muchoeri, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa India merupakan salah satu peradaban kuno yang telah berkembang sejak sekitar 3000 SM. Ia juga memaparkan bahwa Islam masuk ke India secara damai melalui jalur perdagangan di wilayah Pantai Malabar.

Menurutnya, bukti awal peradaban Islam di India dapat dilihat dari berdirinya Cheraman Juma Mosque di Kerala pada tahun 629 M, yang dibangun bahkan sebelum peristiwa Fathul Makkah.

Perkembangan Islam di India kemudian semakin pesat pada masa Kesultanan Delhi yang berdiri pada 1206 hingga mencapai puncak kejayaan pada era Kekaisaran Mughal, terutama pada masa pemerintahan kaisar Jalaluddin Akbar yang dikenal dengan kebijakan toleransi beragamanya.

Dalam diskusi tersebut, Suratno juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi komunitas Muslim di India saat ini, termasuk rendahnya representasi politik yang hanya sekitar 5 persen di parlemen. Ia juga membantah narasi konspirasi “Jihad Populasi” dengan data yang menunjukkan bahwa tingkat kesuburan Muslim di India justru mengalami penurunan signifikan, dari 4,41 menjadi 2,36.

Sementara itu, pembicara utama Farha Naaz Mansoorie, kandidat PhD bidang nanoteknologi di Indian Institute of Technology Roorkee, membagikan pengalamannya menjalani Ramadan sebagai mahasiswi Muslim di India.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini