Terima Kunjungan SMA MTA Surakarta, BBPJT Bekali Materi Bahasa Jurnalistik
NYALANUSANTARA, Ungaran- Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT) menerima kunjungan studi dari SMA MTA Surakarta di Aula Cipto Mangunkusumo, Kabupaten Semarang, pada Senin, 29 Juli 2024. Kunjungan tersebut dihadiri oleh 36 siswi SMA MTA Surakarta.
Guru pendamping SMA MTA Surakarta, Junardiono, SS, mengatakan bahwa kunjungan para siswi itu bertujuan mengenalkan peran dan tugas Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.
“Selain mengenal Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, kunjungan para siswi SMA MTA Surakarta hari ini juga untuk mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan kaidah kebahasaan dan jurnalistik,” ujar Junardiono, dalam keterangan resmi Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Selasa (30/7).
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional BIPA, Citra Aniendita Sari, MHum, menyambut hangat kunjungan siswi SMA MTA Surakarta ke Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah itu. Dalam sambutannya, Citra menyampaikan bahwa tugas Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah sama dengan Balai Bahasa di provinsi lainnya, hanya dibedakan dari lingkup wilayah kerjanya saja.
“Tugas Balai Bahasa Jawa Tengah sama dengan Balai Bahasa di provinsi lainnya. Jadi, hampir semua Balai Bahasa, mulai dari Aceh sampai Papua, itu tugasnya sama, tetapi lingkup kerjanya meliputi wilayah di setiap provinsi,” jelasnya.
Citra juga menjelaskan bahwa tugas Balai Bahasa dibagi ke dalam tujuh bidang, yang dikenal dengan KKLP (Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional), yakni KKLP Perkamusan dan Peristilahan, KKLP UKBI, KKLP Penerjemahan, KKLP BIPA, KKLP Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, KKLP Pembinaan dan Bahasa Hukum, serta KKLP Literasi.
Setelah penyampaian sambutan dan pengenalan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, kunjungan itu dilanjutkan dengan pembekalan materi jurnalistik kepada siswi SMA MTA Surakarta yang diisi oleh Agus Sudono, M.Hum. Dalam penyampaiannya, Agus menjelaskan penulisan berita, mulai dari pemahaman dalam kaidah bahasa, persiapan pertanyaan untuk narasumber, pemahaman terhadap bidang yang akan dijadikan berita, serta penggunaan bahasa dalam teks berita.
“Berita itu keterangan, kejadian, laporan mengenai fakta. Jadi, tidak boleh berita itu tidak menyampaikan fakta. Informasi mengenai kejadian atau fakta itu kemudian disajikan kepada masyarakat untuk dibaca sebagai informasi,” jelasnya.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Ungaran- Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menerima…
NYALANUSANTARA, Pemalang- Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT)…
Terkini
NYALANUSANTARA, SEOUL- Drama terbaru KBS 2TV To My Beloved…
NYALANUSANTARA, Pemalang– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, JEJU- Drama komedi terbaru tvN Undercover Miss Hong…
NYALANUSANTARA, Purbalingga - Upaya penanganan bencana alam hidrometeorologi…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membantah tegas soal…
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng…
NYALAUSANTARA, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk terus…
NYALANUSANTARA, Kendal– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan seluruh…
NYALANUSANTARA, Semarang - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng…
NYALANUSANTARA, Sragen- Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen,…
Komentar