Undip Serahkan Alat Plasma Ozon dan Pengering Surya kepada Pemkab Temanggung
NYALANUSANTARA, Temanggung – Universitas Diponegoro atau Undip melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyerahkan alat plasma ozon dan pengering surya kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung. Acara penyerahan alat plasma ozon dan pengering surya dilakukan di balai desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung.
Acara dihadiri oleh pimpinan daerah, perwakilan DPRD dan tokoh masyarakat. Penyerahan alat plasma ozon dan pengering surya merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, kualitas hasil pertanian, dan kesejahteraan masyarakat Desa Campurejo, Kabupaten Temanggung.
Ketua LPPM UNDIP, Prof. Dr. Ing. Suherman, S.T., M.T., yang mewakili Rektor Universitas Diponegoro dalam sambutannya menyampaikan bahwa Universitas Diponegoro melalui LPPM terus mengembangkan hasil-hasil riset tepat guna yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Temanggung ini merupakan salah satu wujud nyata kepedulian dan kebermanfaatan Universitas Diponegoro, yang diwujudkan melalui Program Kemiskinan dan Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dan diimplementasikan melalui LPPM UNDIP.
Wakil Ketua Bidang Penelitian LPPM UNDIP, Prof. Firmansyah, S.E., M.Si., Ph.D., menambahkan bahwa alat plasma ozon karya inovasi Prof. Dr. Muhammad Nur, DEA, dosen Fakultas Sains dan Matematika UNDIP, berfungsi utama untuk memperpanjang umur simpan hasil pertanian, seperti cabai dan juga berbagai jenis sayuran lainnya. Cabai yang normalnya hanya bertahan sekitar tiga hari menjadi hingga satu minggu atau lebih, bahkan jika dikombinasikan dengan peyimpanan berpendingin, akan bertambah daya tahannya hingga dua-tiga bulan.
"Dengan umur simpan yang lebih panjang, petani tidak lagi terpaksa menjual hasil panen secara cepat saat panen raya, sehingga harga dapat distabilkan dan petani memiliki kendali lebih besar atas waktu penjualan. Kondisi ini berdampak langsung pada stabilitas pendapatan petani sekaligus menjaga harga tetap wajar bagi konsumen, dan tentu berkontribusi menjadi inflasi daerah," Katanya.
Adapun alat Pengering Surya inovasi dari Prof. Dr. Ing. Suherman, S.T., M.T., dapat mempersingkat waktu pengeringan komoditi pertanian, seperti kopi, jagung, gabah dan lain-lain, sehingga pengolahan hasil panen dapat menjadi jauh lebih efisien, apalagi di musim hujan ini.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan sangat mengapresiasi Universitas Diponegoro, khususnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, atas kepedulian dan kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa potensi pertanian di desa Campurejo sangat beragam. Sehingga pemberian alat plasma ozon dan pengering surya ini dinilai tepat sasaran untuk mendukung pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Editor: Holy
Terkini
Border 2, sekuel dari film klasik karya J.P.…
Industri film horor Indonesia kembali menunjukkan kekuatannya lewat…
Film Primate hadir tanpa ambisi berlebihan. Sejak awal,…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- PT Kawasaki Motor Indonesia resmi menghadirkan dua…
NYALANUSANTARA, BOGOR- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menyalurkan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa PT Ultrajaya…
NYALANUSANTARA, SURABAYA- Universitas Airlangga (UNAIR) melanjutkan rangkaian Airlangga Education…
NYALAUSANTARA, SURABAYA- Ribuan pelajar dari berbagai daerah memadati Airlangga…
NYALANUSANTARA, TANGGERANG- Xiaomi Indonesia secara resmi meluncurkan dua perangkat…
NYALANUSANTARA, LONDON- Rangkaian laga awal pekan ke-23 Liga Inggris…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Pekerjaan Umum bersama PT Hutama Karya…
Komentar