Universitas Paramadina Kembali Jadi Mitra Kegiatan SFF 2024

Universitas Paramadina Kembali Jadi Mitra Kegiatan SFF 2024

"Kami percaya sains dapat menjadi sesuatu yang baru dan menyenangkan. Melalui film bertopik ilmiah dari berbagai negara, kami ingin memantik kreativitas dan inspirasi anak dan remaja di Indonesia, serta negara-negara di ASEAN, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika agar lebih banyak generasi muda yang ingin mempelajari dan mencintai Sains," ungkapnya.

Ina Lepel, selaku Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, menyatakan, dalam rangka mewujudkan masa depan yang berkelanjutan tema festival tahun ini, ‘Emisi Nol Bersih dan Ekonomi Sirkular’ amat relevan dengan perkembangan terkini. 

"Inovasi ilmiah mengambil posisi penting dalam mencapai visi masa depan ini dan membantu kita semua menurunkan jejak karbon serta mendorong praktik hidup yang berkelanjutan. Baik Indonesia di ASEAN maupun Jerman di Uni Eropa, kedua negara menjadi pemimpin dalam upaya tersebut. Melalui kerja sama yang setara, Indonesia dan Jerman dapat memadukan upayanya dan berkontribusi mewujudkan emisi nol bersih dan ekonomi sirkular yang lebih kuat,” ungkapnya.

Science Film Festival di Indonesia tahun ini didukung oleh sejumlah mitra utama, yakni Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; Kedutaan Besar Republik Federal Jerman; Rolls – Royce; Universitas Paramadina; Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya; Universitas Negeri Jakarta; dan Universitas Kristen Satya Wacana.

Saat pembukaan Science Film Festival yang dilaksanakan di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud Ristek, Jakarta, Fatchiah E. Kertamuda selaku Wakil Rektor Universitas Paramadina Bidang Akademik dan Kemahasiswaan menyampaikan bagaimana kontribusi Universitas Paramadina terhadap lingkungan.

“Dalam Implementasinya terhadap tema yang diangkat pada tahun ini, Universitas Paramadina salah satunya bekerja sama dengan banyak pihak dan mitra dalam pengelolaan bank sampah, sampah plastic, kemudian banyak dosen dan juga mahasiswa kami yang terlibat dalam pengabdian masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah," ujarnya. 

"Yang kedua, Universitas Paramadina juga sudah mulai pindah ke Kampus Cipayung dimana kampus ini memiliki konsep green campus, istilahnya ada kampus di tengah taman seperti itu,” pungkasnya. 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini