Kementerian Kependudukan Jadi Pilar Baru Pemerintah, Dosen FISIP UNAIR Soroti Urgensi Pembentukan Kementerian Khusus

Kementerian Kependudukan Jadi Pilar Baru Pemerintah, Dosen FISIP UNAIR Soroti Urgensi Pembentukan Kementerian Khusus

NYALANUSANTARA, Surabaya – Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi melantik Kabinet Merah Putih untuk periode 2024-2029, memperkenalkan strategi baru dalam pemerintahan, termasuk perubahan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. 

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani isu kependudukan di Indonesia.

Dr. Wihaji SAg MPd ditunjuk sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, membawa misi untuk mengoptimalkan potensi demografi Indonesia menuju 2045. 

Menurut Prof. Dr. Sutinah Dra MS, dosen Sosiologi FISIP UNAIR, pembentukan kementerian ini adalah langkah tepat mengingat urgensi permasalahan kependudukan dan pembangunan keluarga yang perlu penanganan lintas sektor.

“Masalah kependudukan tidak hanya soal jumlah, tetapi kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga,” ujar Prof. Sutinah. 

Pembentukan kementerian ini diharapkan mampu memperluas cakupan kebijakan, tidak hanya pada pengendalian penduduk tetapi juga isu strategis seperti migrasi dan urbanisasi, yang selama ini menjadi tantangan bagi BKKBN.

Prof. Sutinah menambahkan, peran kementerian ini bersifat lebih politis dan strategis dibandingkan BKKBN yang berfokus pada implementasi mikro. 


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini