Prof Hani Ungkap Peran dan Tantangan Ahli Patologi Veteriner

Prof Hani Ungkap Peran dan Tantangan Ahli Patologi Veteriner

Prof Dr Hani Plumeriastuti drh MKes, Guru Besar Universitas Airlangga

“Hasil nekropsi atau bedah bangkai menjadi salah satu dasar penentuan diagnosis, mulai dari penyakit infeksius sampai non infeksius,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) tersebut.

Kemampuan dalam diagnosis penyakit menjadi kompetensi dominan bagi ahli patologi veteriner. Selama ini mereka telah terlibat dalam diagnosis berbagai kelompok hewan.

“Dalam lima tahun terakhir para ahli patologi veteriner banyak terlibat dalam diagnosis penyakit mamalia laut, yang mati atau terdampar di wilayah perairan Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Tim Divisi Patologi Veteriner FKH UNAIR beberapa kali berkesempatan melakukan pemeriksaan pada hewan akuatik yang terdampar. Unit Pengujian Veteriner dan Analisis Pakan (UPVETAP) FKH UNAIR mencatat bahwa permintaan pemeriksaan patologi hewan cukup tinggi. 

“Setiap permintaan bisa terdiri dari belasan hingga puluhan sampel yang masuk. Ini menunjukkan bahwa FKH UNAIR telah berkontribusi pada penjaminan keamanan pangan asal hewan,” ungkapnya di Aula Garuda Mukti Kampus MERR-C UNAIR.

Selain kemampuan diagnosis, ahli patologi veteriner seyogianya mampu dalam mengembangkan riset hingga penemuan obat baru. Penemuan ini menggunakan model hewan coba sebagai sarana penelitian.

Prof Hani menegaskan bahwa perlu adanya kontribusi sektor pendidikan dalam menghadapi tantangan ini. Oleh karena itu, dalam mencetak ahli patologi veteriner perlu adanya Pendidikan Spesialis Patologi Veteriner pada lingkungan pendidikan dokter hewan.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini