Pimpinan DPRD Kota Semarang Usulkan Program Inovatif agar Wisatawan Tinggal Lebih Lama

Pimpinan DPRD Kota Semarang Usulkan Program Inovatif agar Wisatawan Tinggal Lebih Lama

“Angka 258 Daya Tarik Wisata menunjukkan Semarang sudah bangkit pasca-pandemi. Tapi tantangan kita ke depan adalah menjamin semua tempat ini punya standar layanan yang merata, higienis, dan yang terpenting, inklusif,” pungkas Suharsono.

Potensi wisata kota sangat beragam, meliputi Sejarah dan Budaya (Lawang Sewu, Kota Lama), Alam (Goa Kreo, Pantai Marina), Religi (MAS, Gereja Blenduk), hingga Pusat Gaya Hidup (Simpang Lima).

Suharsono menggarisbawahi bahwa fokus strategis pariwisata di tahun 2025 akan berlandaskan pada tiga pilar utama, yaitu Quality Tourism untuk menciptakan pengalaman bernilai tambah tinggi (heritage, kuliner, waterfront) dengan standar layanan yang merata, Resilience & Inklusi: Mengembangkan destinasi pesisir yang aman-bersih serta mendorong UMKM naik kelas sebagai bagian dari ekowisata yang inklusif, serta Konektivitas & Integrasi Kawasan.

Untuk mewujudkan strategi tersebut, Suharsono mengajukan serangkaian usulan kebijakan inovatif yang diharapkan menjadi prioritas di tahun 2025, seperti rancangan paket wisata menginap dan belanja bagi wisatawan, aktivasi rute udara, sertifikasi pariwisata yang berkualitas, hingga pusat data pariwisata.

"Rembug Pariwisata ini sudah menghasilkan banyak ide. Kini saatnya kita bergerak bersama. Mari kita jadikan Tourism Data Hub sebagai kompas kita, dan program Two-Night Semarang sebagai target. Dengan sinergi seluruh stakeholder, visi pariwisata Semarang yang inklusif pasti terwujud.", ujar Suharsono.

Rembug Pariwisata ini diharapkan menjadi wadah bagi ide dan gagasan, seperti yang disampaikan Suharsono untuk menentukan arah pembangunan pariwisata yang lebih terarah dan berdampak positif bagi kesejahteraan warga Kota Semarang.


Editor: Holy

Komentar

Terkini