Buruh Tani di Banyuwangi Hilang Diduga Terseret Arus Sungai Saat Hujan Deras

Buruh Tani di Banyuwangi Hilang Diduga Terseret Arus Sungai Saat Hujan Deras

NYALANUSANTARA, BANYUWANGI- Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyuwangi diduga menjadi penyebab hilangnya seorang buruh tani bernama Alapi Hariyono (63), warga Dusun Kumbo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh. Korban diduga terseret arus Sungai Kemapag saat mencoba menyeberang di tengah cuaca buruk.

Peristiwa tersebut dilaporkan warga ke Polsek Singojuruh pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Alapi diketahui sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan tinggal di Dusun Kumbo RT 01 RW 02.

Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudy menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi yang juga kakak korban, Endang Suyitno, korban sempat terlihat berteduh di pondok sawah miliknya sekitar pukul 15.00 WIB akibat hujan lebat.

Usai hujan mereda, saksi sempat pulang ke rumah untuk mengantarkan hasil panen dan masih melihat korban berada di pondok. Namun saat kembali ke lokasi untuk menjemput istrinya, korban sudah tidak berada di tempat.

Awalnya keluarga mengira korban telah pulang ke rumah. Namun hingga malam hari korban tak kunjung kembali. Sekitar pukul 19.00 WIB, keluarga bersama warga setempat melakukan pencarian dengan menyusuri area persawahan dan aliran sungai di sekitar lokasi.

Dalam pencarian tersebut, warga hanya menemukan mesin pemotong rumput milik korban yang tersangkut di ranting pohon sekitar 500 meter dari titik korban biasa menyeberang sungai. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban terpeleset dan hanyut terbawa arus.

Kondisi saat kejadian dilaporkan hujan deras dengan arus sungai yang cukup kuat. Medan pencarian yang curam juga menyulitkan proses evakuasi.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini