Gempa dan Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Taman Budaya Gunungkidul Alami Kerusakan, Endah Subekti: Pemerintah Siap Lakukan Perbaikan

Gempa dan Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Taman Budaya Gunungkidul Alami Kerusakan, Endah Subekti: Pemerintah Siap Lakukan Perbaikan

NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Bangunan Taman Budaya Gunungkidul (TBG) dilaporkan mengalami kerusakan di beberapa titik akibat gempa serta dampak cuaca ekstrem dan kondisi struktur tanah. Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, bersama Kepala Dinas Kebudayaan, melakukan peninjauan lapangan pada Rabu, 28 Januari 2026, dan menemukan kerusakan signifikan pada beberapa bagian bangunan.

Kerusakan yang cukup menonjol terjadi pada ruang pertunjukan auditorium di lantai dua, di mana plafon sebagian besar sudah rontok, mirip dengan kerusakan yang terjadi pada tahun sebelumnya. "Selain plafon, genteng di beberapa sudut bangunan juga mengalami kerusakan, yang dikhawatirkan dapat menyebabkan air hujan masuk dan mengganggu instalasi listrik," kata Endah.

Kerusakan lain yang teridentifikasi meliputi penangkal petir yang patah, serta kondisi tembok dan pondasi yang semakin parah. Di sisi barat bangunan, pondasi dilaporkan terbelah dan patah, sementara di sisi timur, struktur bangunan juga mulai terlepas. Endah mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ini dan menyatakan bahwa perbaikan segera dilakukan untuk memastikan keselamatan pengunjung dan keberlanjutan fungsi bangunan.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui Cipta Karya untuk segera melakukan identifikasi kerusakan guna menentukan anggaran perbaikan. "Kami akan berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menentukan apakah perbaikan akan menggunakan APBD kabupaten atau berbagi anggaran dengan Dana Keistimewaan (Danais)," jelas Endah.

Selain itu, Ia menegaskan pentingnya pengamanan area Taman Budaya yang terletak dekat dengan lahan pertanian warga. "Pengamanan area ini menjadi prioritas karena lokasinya yang berdekatan dengan lahan pertanian warga dan demi menjaga keamanan fasilitas Taman Budaya itu sendiri," tambah Endah.

Untuk langkah ke depan, selain perbaikan fisik bangunan, Pemkab Gunungkidul juga fokus pada penguatan mitigasi bencana melalui evaluasi sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) bersama BPBD. "Beberapa titik EWS telah terpasang untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana di wilayah Gunungkidul, antara lain EWS Gempa di Panggang, Plien (Purwosari), dan Sampang di Gedangsari," paparnya.

Selain EWS Gempa, terdapat juga EWS Banjir yang dipasang di aliran Kali Oyo, Selang, dan Bunder, serta EWS Tanah Longsor yang ditempatkan di area dengan potensi longsor besar seperti Sampang dan Watu Gajah. EWS Tsunami juga sedang diusulkan melalui kerja sama dengan akademisi dan pihak Dikti untuk area pantai.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini