143 Rumah di Brebes Terdampak Tanah Gerak, Gubernur Luthfi Pastikan Percepatan Penanganan

143 Rumah di Brebes Terdampak Tanah Gerak, Gubernur Luthfi Pastikan Percepatan Penanganan

“Terima kasih banyak atas bantuan dan penanganan yang cepat. Bahkan datang bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Masyarakat Brebes tidak perlu khawatir lagi, kita gotong royong, semua sudah disiapkan oleh dinas Provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Salah seorang warga Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Susi Susanti mengaku, harus mengungsi bersama tiga anaknya, termasuk yang  bayi 10 bulan. Ia memilih mengungsi demi keselamatan anak-anaknya. Di pengungsian, ia berharap bantuan kebutuhan bayi seperti pampers, sabun, minyak telon, dan perlengkapan mandi tetap tersedia.

Warga lain, Tona, yang rumah kayunya berada di pinggir hutan dan dekat sungai, tak pernah tenang ketika hujan menderas. Sebab garis tepi kali atau sungai semakin dekat ke rumahnya.

“Sekarang lebih parah. Tanahnya cepat sekali bergerak. Kalau malam hujan deras, saya tidak bisa tenang,” katanya.

Ia berharap bisa direlokasi ke tempat yang benar-benar aman. “Kalau hunian tetap, saya mau sekali. Supaya bisa hidup tenang,” ujarnya. 

Sebagai informasi, bencana tanah gerak di Sirampog Brebes tersebut terjadi pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa ini dipicu cuaca ekstrem yang menyebabkan pergerakan tanah di lereng, dengan kemiringan sekitar 45 derajat mengarah ke aliran Kali Keruh di kawasan perbukitan tinggi Kecamatan Sirampog. (*)


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini