Pemkab Kulon Progo Terima Tanda Daftar SDG Kemukus dan Cabe Jawa
NYALANUSATARA, Kulon Progo- Kabupaten Kulon Progo semakin mempertegas posisinya sebagai rumah bagi kekayaan hayati unggul. Pada Kamis, 19 Feabruari 2026, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo secara resmi menerima Tanda Daftar Sumber Daya Genetik (SDG) Lokal dari Kementerian Pertanian untuk dua komoditas unggulan, yaitu Kemukus (Piper cubeba) yang diberi nama Purbakalpa, dan Cabe Jawa (Piper retrofractum) dengan nama Mekar Binangun. Penyerahan sertifikat ini berlangsung di Ruang Menoreh Komplek Setda Kulon Progo.
Pemberian sertifikat tersebut merupakan hasil kolaborasi panjang antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Balai Pengembangan Perbenihan dan Pengawasan Mutu Benih Tanaman Pertanian (BP3MBTP) DIY, Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, serta Dinas Pertanian & Pangan Kulon Progo. Dengan adanya pengakuan resmi ini, tanaman-tanaman tersebut kini diakui secara nasional sebagai kekayaan lokal yang dimiliki oleh Kabupaten Kulon Progo.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyambut baik pengakuan ini dan menyebutnya sebagai jaminan bahwa kedua varietas tersebut asli milik masyarakat Kulon Progo.
“Ini adalah berkah bagi petani di Samigaluh, Girimulyo, dan Kalibawang. Dengan status resmi ini, petani bisa menjual bibit secara legal. Potensi ekonominya luar biasa; harga kemukus kering mencapai Rp120.000 per kilo, sementara cabe jawa kering stabil di angka Rp90.000 per kilo,” ujar Agung.
Selain dua varietas unggulan tersebut, pada kesempatan yang sama juga diserahkan varietas lainnya seperti Padi Menor, Bawang Merah Srikayang, dan Bawang Merah Siyem. Kristantini dari BRIN menekankan pentingnya pendaftaran di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP), yang menjadikan kedua tanaman tersebut sah secara nasional milik Kulon Progo.
“Sertifikat ini ibarat akte lahir. Sekarang, Kemukus Purbakalpa dan Cabe Jawa Mekar Binangun secara nasional sah milik Kulon Progo. Tidak ada pihak lain yang bisa mengklaimnya,” tegasnya.
BRIN juga berkomitmen untuk terus mendampingi pengembangan tanaman ini dari sisi teknologi dan karakterisasi agar kualitasnya tetap terjaga.
Sukma Rumekar Sakti, seorang petani Cabe Jawa, membagikan kisah inspiratifnya. Mantan pekerja kantoran di Jakarta ini memilih untuk kembali ke kampung halaman pada 2022 dan mulai menanam cabe jawa setelah melihat potensi pasar yang stabil.
“Dulu saya bingung mau kerja apa di rumah. Lalu saya ingat tetangga menanam cabe jawa di pohon kelapa. Ternyata, harganya sangat stabil dibanding cabai biasa yang sering naik-turun drastis,” cerita Sukma.
Meski menghadapi tantangan penyakit layu saat musim hujan, Sukma kini aktif mengajak tetangganya untuk ikut budidaya demi meningkatkan kesejahteraan bersama.
Hal serupa juga dirasakan Agustinus Sulistyo, petani Kemukus yang menjuluki tanamannya sebagai “Mutiara Hitam”. Ia berharap dengan adanya pengakuan resmi ini, tanaman kemukus, yang sudah menjadi bagian dari hutan Kulon Progo sejak zaman dulu, dapat memberikan nilai ekonomi yang tinggi.
“Menanam kemukus itu seperti merawat mutiara, gampang-gampang susah. Tapi kalau berhasil, satu pohon usia 4 tahun bisa menghasilkan 30 kg. Kami ingin membuktikan bahwa tanaman hutan ini punya nilai ekonomi tinggi bagi anak muda,” ujar Agustinus.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berharap pengakuan ini dapat menjadi pemicu bagi generasi muda untuk kembali ke lahan pertanian. Dengan dukungan inovasi dan teknologi yang diberikan oleh BRIN, Kulon Progo optimis dapat menjadi pusat pengembangan tanaman herbal unik yang mampu menembus pasar nasional hingga ekspor.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Kulon Progo— Desa Wisata Jatimulyo di Kapanewon…
NYALANUSANTARA, Kulon Progo- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…
Terkini
Industri film horor Tanah Air kembali diramaikan dengan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Ramadhan tiba dan umat Islam di dunia…
NYALANUSANTARA, Semarang – Universitas Wahid Hasyim atau Unwahas…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Dari sorotan panggung Gala Festival Musim Semi…
NYALANUSANTARA, Grobogan – Upaya tim SAR Gabungan mencari…
NYALANUSANTARA, Yogya - Menghadapi masa Angkutan Lebaran 2026…
NYALANUSANTARA, Semarang- Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT)…
NYALANUSANTARA, Kupang - Kementerian Hukum meresmikan pembentukan Pos…
NYALANUSATARA, Kulon Progo- Kabupaten Kulon Progo semakin mempertegas…
NYALANUSANTARA, Wonogiri- Kegiatan penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata…
NYALANUSANTARA, Kulon Progo- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…
Komentar