Wagub Jateng Apresiasi Sinergi Aparat dalam Pengungkapan Kasus Penyelundupan Kratom
NYALANUSANTARA, Semarang – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan apresiasi atas sinergi aparat dalam mengungkap kasus penyelundupan ekspor kratom di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Tempat Penimbunan Pabean Bea Cukai Tanjung Emas, pada Rabu, 25 Februari 2026 Gus Yasin menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terhadap penegakan aturan di bidang kepabeanan dan perdagangan internasional.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan masyarakat Jawa Tengah, kami sangat mendukung ditegakkannya aturan-aturan yang berkaitan dengan kepabeanan, ekspor, dan impor. Penegakan yang tegas dan transparan akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Taj Yasin.
Menurut Gus Yasin, transparansi dalam pengawasan perdagangan, baik antarwilayah maupun antarnegara, sangat penting bagi stabilitas ekonomi daerah. Ia juga menekankan bahwa pelaku usaha perlu mematuhi dokumen dan regulasi yang berlaku.
Menyoroti komoditas kratom, yang merupakan bahan yang masih memerlukan pengawasan ketat, Gus Yasin mengatakan, meskipun perdagangan domestik kratom belum sepenuhnya diatur, namun ekspor dan impor kratom telah diatur secara khusus. "Kratom memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi dampaknya tetap harus melalui tahapan uji yang ketat,” tukasnya.
Dalam kasus penyelundupan ini, aparat berhasil menggagalkan ekspor 90.200 kilogram kratom yang disembunyikan dalam kemasan "foodstuff coffee" yang rencananya akan dikirim ke India. Kratom tersebut berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Penangkapan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk menjaga integritas perdagangan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Agus Yulianto, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari hasil intelijen yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan fisik pada September 2025. Barang yang terdaftar sebagai “foodstuff coffee” ternyata berisi daun kratom. Petugas menemukan ketidaksesuaian jumlah kemasan dan indikasi pemalsuan dokumen.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Bangka Belitung- Di tengah gelapnya malam, patroli…
NYALANUSANTARA, Tegal– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin…
Terkini
NYALANUSANTARA, LAMONGAN- Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim…
NYALANUSANTARA, Jakarta - Sersan Mayor Dua Kadet Matematika,…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Otoritas Palestina mengumumkan pembentukan sebuah kantor…
NYALANUSANTARA, Bandung- Pemuncak klasemen sementara BRI Super League…
NYALANUSANTARA, BEIJING- Xinhua Publishing House, divisi penerbitan dari…
NYALANUSANTARA, Bandung- Mantan bintang Paris Saint Germain (PSG),…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul- Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, turut…
NYALANUSANTARA, Semarang - Dalam rangka mewujudkan bulan suci…
NYALANUSANTARA, Jakarta– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menangkap enam debt…
NYALANUSANTARA, Cilacap- Pemerintah Kabupaten Cilacap berhasil memenangkan gugatan…
Komentar