Presiden Macron Serukan Solusi Diplomatik di Tengah Ketegangan terkait Iran
Foto: Xinhua
NYALANUSANTARA, Jakarta- Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Minggu, 8 Maret 2026, mengatakan bahwa solusi diplomatik kini "lebih diperlukan dari sebelumnya" untuk mengakhiri eskalasi dan menjaga perdamaian.
Macron menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan di platform media sosial X usai melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Dalam unggahannya, Macron mengatakan bahwa dia telah menyatakan kembali kekhawatiran kuat Prancis terkait pengembangan program nuklir dan balistik Iran, serta semua aktivitasnya yang mengganggu stabilitas di kawasan tersebut.
Iaa juga menyerukan kepada Iran untuk menjamin kebebasan navigasi dengan mengakhiri penutupan de facto Selat Hormuz.
Saluran berita Prancis BFMTV melaporkan bahwa Macron juga melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu. Hingga kini, rincian pembicaraan tersebut belum diungkapkan.
Editor: Redaksi
Sumber: Xinhua
Terkait
NYALANUSANTARA, Mungkid- Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam kunjungannya…
NYALANUSANTARA, PARIS- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian…
Terkini
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menyatakan telah menyiapkan…
NYALANUSANTARA, Banyumas - Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
NYALANUSANTARA, Magelang - Pencarian terhadap dua penambang pasir…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk…
NYALANUSANTARA, Semarang - Sebagai bagian dari persiapan Angkutan…
NYALANUSANTARA, Ungaran – Perlindungan kekayaan intelektual (KI) tidak…
NYALANUSANTARA, Semarang - Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia…
NYALANUSANTARA, Semarang - Lapas Kelas I Semarang memberikan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng menggelar kegiatan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Koperasi Konsumen Republik Indonesia Kanwil…
Komentar