Kementrans Bangun 454 Fasilitas Sanitasi dan Revitalisasi 478 Sekolah di Kawasan Transmigrasi

Kementrans Bangun 454 Fasilitas Sanitasi dan Revitalisasi 478 Sekolah di Kawasan Transmigrasi

NYALANUSANTARA, Jakarta— Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mempercepat pembangunan fasilitas dasar pendidikan di kawasan transmigrasi, mulai dari toilet dan sarana air bersih hingga revitalisasi sekolah di berbagai daerah terpencil.

Hingga Minggu, 15 Maret 2026, Kementerian Transmigrasi mencatat telah membangun 454 unit toilet dan sarana air bersih di 27 provinsi. Program itu menjangkau 122 kabupaten, 231 kecamatan, dan 399 desa di kawasan transmigrasi.

Selain pembangunan sanitasi, pemerintah juga merevitalisasi 478 sekolah di 27 provinsi. Revitalisasi tersebut mencakup 114 kabupaten, 218 kecamatan, 406 desa, dan tersebar di 129 kawasan transmigrasi.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan perbaikan fasilitas pendidikan menjadi langkah mendasar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ia menyoroti masih banyaknya sekolah rusak dan minim fasilitas sanitasi.

“SekoIah harus bagus, harus bersih, tidak boleh ada sekolah yang atapnya runtuh dan tidak boleh ada sekolah yang tidak memiliki WC untuk anak-anaknya,” kata Prabowo dalam pernyataan yang dikutip Kementerian Transmigrasi. Kutipan serupa juga pernah disampaikan Presiden saat peringatan Hari Guru Nasional pada November 2024.

Di Pulau Sumatra, pembangunan 123 unit toilet dan sarana air bersih disebut mengubah kondisi sanitasi di sejumlah sekolah yang sebelumnya masih terbatas. Sementara itu, revitalisasi sekolah membuat sejumlah bangunan yang sebelumnya rusak menjadi lebih layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Di Kalimantan, pemerintah membangun 70 unit toilet dan sarana air bersih serta merevitalisasi 72 sekolah. Program serupa juga dijalankan di Sulawesi dengan pembangunan 158 unit sanitasi dan revitalisasi 155 sekolah.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini