Momen Syawalan, Pedagang Ketupat Matang Tetap Setia Meski Laba Menurun

Momen Syawalan, Pedagang Ketupat Matang Tetap Setia Meski Laba Menurun

berita.batangkab.go.id

NYALANUSANTARA, Batang - Di tepian Pasar Kabupaten Batang, suasana masih tergolong sepi pagi itu. Namun, riuh kendaraan dan beberapa kaum ibu yang sibuk menganyam janur kelapa menjadi kerangka ketupat mengisi keheningan itu. 

Meskipun harus menunggu hingga lima jam, semangat mereka untuk mengais rezeki di momen khusus Syawalan tak pernah surut.

Para pedagang ketupat matang, seperti Sri, telah bertahun-tahun setia menjajakan dagangannya di tepi Pasar Batang. 

Meski hanya berjualan dua hari dalam setahun, ia dan pedagang lainnya rela begadang hingga dini hari demi mendapatkan manisnya rezeki di bulan Syawal.

"Saya jualan cuma pas lebaran, dua hari. Sehari bisa habis 200 ketupat, harga Rp2.500 per buahnya. Biasanya jam 6-7 pagi sudah habis," ungkap Sri.

Meskipun keuntungan menurun dari tahun ke tahun, Sri dan rekan-rekannya tetap mempertahankan profesi ini. "Tahun kemarin bisa omset Rp700 ribu per hari, lebaran ini hanya Rp500 ribu," tambahnya.

Sebagian besar warga Batang memilih untuk membeli ketupat matang daripada membuat sendiri dari janur kelapa. 

Sofi, salah satu pelanggan tetap, menyatakan, "Saya selalu beli ketupat matang di Pasar Batang tiap Syawalan. Enaknya makan ketupat opor di musala bersama warga. Beda kalau hari biasa."

Momen Syawalan bagi warga Batang tak lepas dari perayaan Selamatan di masjid maupun musala setempat, sebagai ungkapan syukur karena masih bisa merayakan bersama orang-orang terdekat di hari ketujuh bulan Syawal.

Meskipun tantangan ekonomi terus mengintai, semangat para pedagang dan kebersamaan warga Batang dalam merayakan momen Syawalan tetap menginspirasi.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini