Arif Sugiyanto Buka Lokakarya 7 Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9 di Kebumen

Arif Sugiyanto Buka Lokakarya 7 Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9 di Kebumen

Kerananya tema-tema stand yang ditampilkan menyangkut potensi dari Kabupaten Kebumen. Baik itu wisata seperti laut, goa, waduk, kemudian ada kesenian, seperti Jamjaneng, cepetan, serta ada menyangkut sejarah, yakni Arumbinang, Kolopaking, Bumidirja dll.

"Jadi sejarah dan potensi dari kearifan lokal yang ada di Kebumen ini kita tampilkan, dan kita kreasikan sekaligus dalam rangka mempromosikan Geopark Kebumen agar bisa masuk Unesco Global Geopark," ujarnya.

Seno menambahkan dengan lokakarya ini, CGP harus menyadari bahwa Kebumen adalah kabupaten yang kaya, baik sumber daya alamnya dan sumber daya manusianya. Potensi ini, kata Seno, harus bisa dikembangkan dan diajarkan kepada murid-muridnya dengan kreatifitas dan inovasi-inovasi yang baru.

"Seorang guru atau kepala sekolah harus bisa memanfaatkan aset atau sumber daya yang ada semaksimal mungkin. Tidak boleh ngeluh, tidak boleh sambat. CGP harus mencerminkan guru yang tidak mudah sambat," tegasnya.

Seno bersyukur, tingkat kelulusan CGP di Jawa Tengah, Kebumen termasuk yang paling tinggi, sekitar 70-80 persen, dari seleksi sampai bisa mengikuti pendidikan, dengan persentase kelulusan mencapai 100%. Hal ini menunjukan, kualitas CGP di Kebumen sangat baik.

"Kabupaten lain itu ada yang baru sampai angkatan kedua dan ketiga, kita sudah kesembilan. Jadi kita di Jawa Tengah termasuk yang paling banyak tingkat kelulusannya," beber Seno yang juga mengajar di SMPN 2 Rowokele.

Diketahui lokakarya CGP ini diikuti dari semua tingkatan sekolah dari TK sampai SMA/SMK. Guru yang mengikuti CGP bukan hanya dari guru PNS, tapi juga ada yang masih honorer. Outputnya dari mengikuti kegiatan ini adalah mereka bisa menjadi pemimpin pembelajaran di kelas, dan sertifikat guru penggerak merupakan salah satu syarat mengikuti seleksi kepala sekolah/pengawas.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini