BAPPERIDA Sragen Gelar Bimtek Penerapan AI dan Big Data untuk Penguatan Satu Data Indonesia

BAPPERIDA Sragen Gelar Bimtek Penerapan AI dan Big Data untuk Penguatan Satu Data Indonesia

NYALANUSANTARA, Sragen - Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Sragen menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) mengenai "Penerapan Analisis Artificial Intelligence (AI) dan Big Data dalam Penyusunan Profil Daerah dan Profil Perangkat Daerah" pada Senin (24/9/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat data menuju Satu Data Indonesia (SDI).

Bimtek yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung B Gedang Rojo Resto, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal, diikuti oleh 46 peserta yang terdiri dari Pranata Komputer (PRAKOM) Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan kecamatan, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sragen.

Menurut Sekretaris BAPPERIDA, Ariska Taminawati, S.STP, M.Si, tujuan utama acara ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pengolahan data oleh personel di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen.

"Kami ingin memberikan wawasan dan pengetahuan agar OPD dapat mengikuti perkembangan teknologi di era digital ini," ujar Ariska.

Ia juga menjelaskan bahwa salah satu fokus Bimtek adalah memaksimalkan penggunaan platform teknologi yang sudah banyak digunakan untuk mengolah publikasi dan membuat laporan lebih menarik.

Harapannya, dengan data yang akurat dan standar yang disepakati, kebijakan pembangunan di Kabupaten Sragen akan lebih tepat sasaran.

Zulfatmah Herawati, S.I.P, M.Si, salah satu peserta Bimtek, menyatakan bahwa tampilan grafis yang menarik dapat mempengaruhi keinginan masyarakat untuk membaca informasi yang disajikan.

“Desain yang baik dapat membantu menyampaikan pesan secara efektif,” katanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi (PI) Diskominfo Sragen, Yudi Tamtomo, S.T, menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi AI dalam menyajikan data secara grafis.

Yudi juga memberikan tutorial mengenai penggunaan platform AI untuk membuat poster dan mengubah data tabel menjadi diagram batang.

"Penyajian data grafis kini lebih mudah berkat template yang tersedia," ungkapnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Tenaga Ahli Pendamping dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Bambang Suharyono, yang membahas pengolahan data desa dalam konteks Indeks Desa Membangun (IDM).

Bambang menegaskan pentingnya desa sebagai subyek pembangunan yang berperan aktif dalam pembangunan dari tingkat bawah.

SDI diharapkan dapat menjadi wadah integrasi data, memungkinkan pengakses di tingkat kabupaten untuk mendapatkan informasi dari satu aplikasi tanpa perlu membuka berbagai situs OPD atau kecamatan.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini