Dinporabudpar Kabupaten Blora Gelar Jelajah Budaya 2024: Kenalkan Potensi Cagar Budaya kepada Generasi Muda

Dinporabudpar Kabupaten Blora Gelar Jelajah Budaya 2024: Kenalkan Potensi Cagar Budaya kepada Generasi Muda

NYALANUSANTARA, Blora – Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora menyelenggarakan acara Jelajah Budaya 2024 dengan tema “Kenali dan Cintai Bloramu.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi cagar budaya di Blora kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai bentuk upaya melestarikan budaya lokal.

Sekretaris Dinporabudpar Kabupaten Blora, Mustakim, S.Sos., M.Si., yang mewakili Kepala Dinporabudpar Iwan Setiyarso, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa acara ini berfokus pada pengenalan dan pelestarian budaya lokal. 

“Kami ingin mendekatkan masyarakat, terutama generasi muda, dengan potensi cagar budaya di Kabupaten Blora,” ujarnya. 

Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap budaya lokal serta menjadi bagian dari tujuan wisata edukatif yang mendukung nilai rekreasi dan edukasi.

Sebanyak enam sekolah SMA/SMK terpilih dari Blora turut ambil bagian, yaitu SMAN 2 Blora, SMAN 1 Jepon, SMAN 2 Cepu, SMKN 1 Blora, SMKN 2 Blora, dan SMKN 1 Cepu. 

Para peserta, yang berjumlah sekitar 80 orang, menampilkan seni tari dan mengunjungi situs budaya bersejarah seperti Situs Desa Ngloram dan Petilasan Arya Jipang di Desa Jipang, Kecamatan Cepu.

Kegiatan dimulai pukul 07.00 pagi dengan persiapan, dilanjutkan perjalanan dari Blora menuju Ngloram. 

Sesampainya di Ngloram, rombongan disambut dengan kesenian barongan, dilanjutkan dengan penampilan seni tari dari para pelajar, sambutan dari Kepala Dinporabudpar Kabupaten Blora, dan pengumuman serta penyerahan trofi. 

Acara diakhiri dengan kunjungan edukatif ke situs Wora Wari Ngloram dan Petilasan Desa Jipang sebagai desa budaya.

Kepala Desa Ngloram, Diro Beny Susanto, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasinya. 

“Kami mendukung penuh acara ini. Potensi budaya Blora perlu dijaga dan dikenalkan agar tidak diklaim oleh pihak lain,” ujarnya. 

Diro juga menginformasikan bahwa Desa Ngloram memiliki pasar Wura-Wari setiap Minggu yang tidak hanya memperkenalkan situs budaya tetapi juga menggeliatkan ekonomi masyarakat.

Salah satu peserta, Arinda dari SMAN 2 Cepu, mengaku senang dan mendapatkan wawasan baru. “Seru, senang, dan mendapatkan ilmu baru,” ungkapnya dengan antusias.

Acara Jelajah Budaya ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Kebudayaan Blora Dalhar Muhammadun, Forkopimcam Cepu, ketua paguyuban kepala desa se-Kecamatan Cepu, pegiat dan akademisi budaya Blora, serta anggota DWP Dinporabudpar. 

Dinporabudpar Kabupaten Blora berharap para peserta dapat menyebarkan informasi tentang budaya Blora kepada teman-teman, keluarga, dan masyarakat luas, sehingga makin banyak yang memahami dan menghargai warisan budaya lokal.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat identitas budaya Blora tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata berbasis budaya di masa depan.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini