Puluhan Tenaga Kesehatan Gelar Skrining di Hari Bebas Kendaraan dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional ke-60 di Batang

Puluhan Tenaga Kesehatan Gelar Skrining di Hari Bebas Kendaraan dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional ke-60 di Batang

NYALANUSANTARA, Batang — Dalam perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60, puluhan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batang bersama 16 organisasi profesi kesehatan menggelar pelayanan skrining kesehatan bagi masyarakat pada acara Hari Bebas Kendaraan (HBK) di Alun-alun Batang.

Acara ini melibatkan organisasi profesi kesehatan terkemuka, seperti IDI, PDGI, PERSAGI, IBI, IAI, IFI, PPNI, IAKMI, HAKLI, PAFI, PORMIKI, PATELKI, PTGMI, PPKMI, PARI, dan IPAI. 

Stan-stan kesehatan dibuka untuk melayani masyarakat secara gratis, mencakup pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM) bagi warga usia di atas 15 tahun, pengukuran tinggi dan berat badan balita, serta konsultasi kesehatan langsung dengan dokter.

Sekretaris Dinas Kesehatan Batang, Ida Susilaksmi, mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan layanan ini. 

“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias mengecek kondisi kesehatannya. Khusus hari ini, hampir semua organisasi profesi kesehatan membuka stan layanan sehingga masyarakat bisa memperoleh berbagai layanan kesehatan secara bersamaan,” ujarnya di lokasi acara.

Pada stan pertama, masyarakat dapat menjalani pemeriksaan gula darah dan tekanan darah yang dilayani oleh tenaga analisis kesehatan dan perawat. Selain itu, ada juga sesi konsultasi kesehatan untuk membantu pengunjung menjaga pola makan yang sehat.

“Di sini kami menyediakan pemeriksaan gigi dan mulut oleh dokter gigi, pemeriksaan fisioterapi oleh fisioterapis, serta layanan untuk ibu hamil, bayi, dan balita yang ditangani bidan dan petugas gizi,” jelas Ida.

Stan kedua dikhususkan untuk balita dengan layanan pengukuran tinggi dan berat badan, serta edukasi gizi untuk pencegahan stunting. 

"Kami ingin memastikan balita mendapatkan asupan gizi yang sesuai sehingga dapat tumbuh optimal," tambahnya. 

Tak hanya itu, sekitar 200 paket buah segar juga dibagikan kepada pengunjung untuk mendorong konsumsi buah dan sayuran sebagai pola hidup sehat.

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gleni Nuning Susilowati turut mengapresiasi kegiatan skrining di HBK ini. Menurutnya, mayoritas masyarakat ingin mengetahui kondisi kesehatannya terkini. 

“Kami menyarankan agar masyarakat rutin melakukan skrining kesehatan beberapa pekan atau bulan sekali untuk memastikan kondisi tetap baik,” tuturnya.

Hendrik, seorang pengunjung yang membawa putrinya Kayla, mengaku senang dengan adanya layanan kesehatan ini di ruang publik. 

“Anak saya tadi diukur tinggi dan berat badannya, dan hasilnya baik, tapi tetap perlu konsumsi makanan bergizi agar pertumbuhannya optimal,” ungkap Hendrik, seraya berharap acara serupa dapat terus diadakan untuk membantu orang tua memantau pertumbuhan anak mereka.

Kegiatan ini diharapkan semakin mendekatkan masyarakat pada kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, sekaligus memudahkan akses skrining di ruang terbuka.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini