Balai Bahasa Jawa Tengah Lakukan Pemetaan Bahasa di Karimunjawa dan Kedung, Jepara

Balai Bahasa Jawa Tengah Lakukan Pemetaan Bahasa di Karimunjawa dan Kedung, Jepara

NYALANUSANTARA, SEMARANG- Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah melalui Tim Kerja Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra (Molinbastra) tengah menjalankan program jangka panjang bertajuk Peta Kebinekaan Peta Bahasa, Sastra, dan Aksara yang akan berlangsung selama lima tahun, mulai 2025 hingga 2029. Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah inventarisasi bahasa dan sastra guna menyusun peta kebinekaan.

Menurut Koordinator Tim Molinbastra, Shintya, M.S., kegiatan tahun 2025 difokuskan pada pemetaan bahasa di wilayah Kabupaten Jepara. Titik pengamatan (TP) tahun ini mencakup tiga lokasi: Desa Menganti di Kecamatan Kedung, serta Desa Kemujan dan Desa Parang di Kecamatan Karimunjawa.

Shintya menjelaskan bahwa ketiga titik tersebut merupakan lokasi baru yang belum pernah dijadikan tempat observasi dalam pemetaan sebelumnya yang dilakukan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bersama Balai Bahasa Jawa Tengah pada periode 1990–2019. Pemilihan titik juga memperhatikan jarak antar lokasi, yakni sekitar 20 kilometer, agar data yang diperoleh mewakili keragaman geografis secara optimal.

Sementara itu, dalam proses pengumpulan data, narasumber harus memenuhi sejumlah kriteria, seperti merupakan penduduk asli setempat, memiliki KTP desa bersangkutan, jika sudah menikah maka pasangannya juga harus berasal dari desa tersebut, berusia antara 38 hingga 60 tahun, memiliki pendengaran dan kemampuan bicara normal, pendidikan terakhir maksimal SD atau SMP, bekerja dan tinggal di wilayah desa, serta tidak memiliki mobilitas tinggi.

Kriteria ini dinilai penting guna memastikan kemurnian data bahasa yang dikumpulkan, agar benar-benar mencerminkan penggunaan bahasa lokal tanpa pengaruh dari luar.

Pengambilan data berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2025 dengan dukungan dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Jepara, pemerintah kecamatan Karimunjawa, serta kepala desa (petinggi) dari ketiga desa lokasi pengamatan.

Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Jawa Tengah berharap dapat memperkaya informasi mengenai peta bahasa di wilayah provinsi, khususnya di daerah yang belum pernah diteliti sebelumnya. Shintya menambahkan, pada akhir program ini, ditargetkan seluruh bahasa yang ada di Jawa Tengah, termasuk dialek dan subdialeknya, dapat terpetakan secara menyeluruh.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini