Mbak Pinka Ajak Warga Wonogiri Kedepankan Toleransi
NYALANUSANTARA, Wonogiri- Dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk, seperti yang ada di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, tentunya penting untuk mengedepankan sikap toleransi dan saling menghormati agar semua orang merasa dihargai dan diterima, tanpa memandang perbedaan apapun.
Hal itu ditandaskan Anggota DPR RI Komisi XI, Diah Pikatan Orissa Putri Haprani atau akrab disapa Mbak Pinka dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diikuti 150 peserta, pada Kamis 7 Agustus 2025.
Menurut Mbak Pinka masyarakat Indonesia sejak dulu kala dikenal dengan keragaman budaya, suku, agama, dan bahasa yang sangat kaya. "Begitu pula dengan masyarakat Wonogiri, meskipun berbeda-beda, masyarakat Wonogiri memiliki semangat kebersamaan yang tinggi, yang tercermin dalam sikap saling menghormati. Konsep ini sangat erat kaitannya dengan ajaran empat pilar kebangsaan yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Bendahara Umum DPP Taruna Merah Putih itu.
Mbak Pinka memaparkan Empat Pilar Kebangsaan itu terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Salah satu nilai utama dalam Pancasila adalah menghargai dan menghormati sesama manusia.
"Dalam masyarakat Wonogiri, yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya, nilai ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan. Pancasila mengajarkan pentingnya rasa saling menghormati tanpa melihat perbedaan apapun," urainya.
UUD 1945, kata Mbak Pinka, sebagai landasan hukum negara Indonesia mengatur hak dan kewajiban setiap warga negara, termasuk hak untuk dihormati dan menghormati orang lain.
Kemudian sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), masyarakat Wonogiri memiliki kewajiban untuk menjaga persatuan dan kesatuan, meskipun terdapat perbedaan yang mencolok antar individu.
Mbak Pinka menambahkan dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Wonogiri dapat memperlihatkan rasa saling menghormati dengan cara berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang ada di sekitar mereka, meskipun mungkin kegiatan tersebut berasal dari budaya atau agama yang berbeda.
"Misalnya, masyarakat Wonogiri yang beragama Islam akan turut serta dalam perayaan Tahun Baru Cina atau perayaan Natal, sebagai bentuk saling menghormati dan membangun kebersamaan. Ini adalah wujud nyata dari prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tukasnya.
Acara yang diselenggarakan di Balai Warga, Desa Wonoboyo tersebut berlangsung gayeng. Mbak Pinka menutup paparannya dengan mengajak berdialog peserta yang kebanyakan merupakan ibu-ibu rumah tangga, Ibu PKK, majlis taklim, dan pelaku UMKM Warga Kecamatan Wonogiri.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan materi yang disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, Urin Tri Hartono.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Wonogiri- Anggota Komisi XI DPR RI, Diah…
Terkini
Volvo resmi memperkenalkan EX60 untuk pasar Eropa. Model…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menetapkan pagu efektif anggaran…
NYALANUSANTARA, IKN- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk…
NYALANUSANTARA, PONOROGO- Seorang perempuan bernama Nur Aini (55) ditemukan…
NYALANUSANTARA, Cilacap - Kantor SAR Cilacap mengirimkan Tim…
NYALANUSANTARA, JEMBER- Dua pria yang masih memiliki hubungan keluarga…
NYALANUSANTARA, Semarang – Satpol PP Kota Semarang Kembali…
NYALANUSANTARA, Semarang – Polrestabes Semarang memusnahkan 6.171 karung…
NYALANUSANTARA, Semarang - Masyarakat Kota Semarang menggelar kerja…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng mengikuti kegiatan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng melaksanakan apel…
Komentar