SD As Syafi'iyah Magelang Adakan Peringatan 100 Hari Meninggalnya 10 Ustazahnya

SD As Syafi'iyah Magelang Adakan Peringatan 100 Hari Meninggalnya 10 Ustazahnya

Suvita, korban selamat lainnya, mengaku masih membutuhkan penanganan medis dan psikis. Ia bersyukur karena yayasan telah memfasilitasi seorang psikolog yang rutin datang ke rumahnya seminggu sekali, sebuah proses yang sudah berjalan selama dua bulan terakhir.

Sedangkan Kepala Sekolah SD Islam Tahfidz Qur'an As Syafi'iyah, Nurul Faizah, menyampaikan bahwa meskipun tragedi tersebut terjadi, sekolah kini telah bangkit dan berkembang lebih baik. "Sebelum kecelakaan, kami memiliki 30 pendidik, dan sekarang sudah berjumlah 40," ungkap Nurul.

Nurul juga mengakui adanya tantangan dalam adaptasi bagi siswa dan guru baru, namun ia bersyukur karena guru-guru baru telah dapat beradaptasi dengan baik. "Adanya guru baru bukan untuk menggantikan, melainkan untuk meneruskan perjuangan," tegasnya.

Nurul mengajak seluruh civitas akademika SD Islam Tahfidz Qur'an As Syafi'iyah untuk terus mendoakan 10 ustazah yang telah meninggal dunia dan menjaga semangat perjuangan mereka dalam pendidikan.
 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini