ULASAN Send Help: Horor Survival Sam Raimi yang Menggigit, Brutal, dan Tak Terduga
Kisah tentang penyintas yang terdampar di pulau terpencil, bertahan hidup dengan segala keterbatasan, lalu perlahan saling memangsa karena frustrasi, bukanlah konsep baru dalam dunia sinema. Formula tersebut sudah begitu sering digunakan hingga daya tarik genrenya terasa memudar. Namun Send Help, film horor terbaru Sam Raimi—yang juga menjadi karya horor pertamanya sejak Drag Me to Hell tujuh belas tahun silam—berhasil menghadirkan kesegaran tanpa perlu membongkar pakem yang sudah ada.
Salah satu adegan awal menegaskan arah film ini. Saat seorang karakter hampir tenggelam dan harus diberi CPR, situasi yang seharusnya heroik justru berubah absurd ketika sang penolong memuntahkan isi perutnya ke mulut korban, berulang kali. Dari titik itu, Send Help menegaskan identitasnya: film tentang kejutan. Baik alur maupun penyajiannya terus bermain dengan ekspektasi penonton, membuat kita merasa sudah memahami arahnya—padahal kejutan lain sedang disiapkan diam-diam.
Tokoh utama film ini adalah Linda Liddle (Rachel McAdams), pegawai teladan yang cerdas namun kikuk secara sosial. Setelah bertahun-tahun bekerja keras, promosi jabatan akhirnya tampak di depan mata. Sayangnya, harapan itu runtuh ketika Bradley Preston (Dylan O’Brien) ditunjuk sebagai CEO baru. Alih-alih Linda, promosi justru diberikan kepada karyawan lain yang hanya memiliki satu keunggulan: kedekatan personal dengan Bradley sejak masa kuliah, meski pengalamannya minim.
Skenario karya Damian Shannon dan Mark Swift dengan tajam mencerminkan realitas pahit dunia kerja—ketika perempuan kompeten kerap tersingkir demi laki-laki yang kualitasnya dipertanyakan, semata karena relasi dan ego maskulin. Namun dinamika tersebut berubah drastis ketika pesawat yang membawa Linda dan Bradley dalam perjalanan bisnis ke Bangkok jatuh, membuat keduanya terdampar di sebuah pulau terpencil.
Di pulau tanpa struktur kekuasaan itu, hanya kemampuan yang menentukan siapa bertahan. Bradley, si anak manja, sibuk mengeluh dan kebingungan. Sementara Linda—berbekal obsesinya pada acara realitas bertahan hidup—beradaptasi dengan mudah. Ketika Bradley masih kelaparan, Linda sudah menikmati sushi racikan sendiri sambil mengoleskan tabir surya buatan tangan.
Seiring alam liar yang tak bisa diprediksi, alur cerita pun bergerak liar menuju berbagai titik tak terduga. Efek kejut hadir nyaris tanpa jeda, diperkuat oleh musik Danny Elfman yang menghadirkan nuansa megah dan misterius ala era 1990-an. Lewat pendekatan ini, Send Help mengemas isu dinamika gender—mulai dari rapuhnya ego maskulin hingga ketangguhan perempuan yang kerap diabaikan—dalam balutan horor survival bercita rasa komedi gelap, seolah memodernisasi subgenre screwball tanpa unsur romansa.
Menariknya, film ini tidak menjadikan Linda sebagai sosok sempurna. Ia tetap problematik. Dalam satu momen intim, Bradley mengungkap trauma masa lalu yang diyakininya membentuk perilaku buruknya. “Monster tidak dilahirkan, tapi diciptakan,” ucap Linda—sebuah kalimat yang kelak menemukan maknanya sendiri.
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, Blora - Staf Ahli Bupati Blora Bidang…
NYALANUSANTARA, GROBOGAN- Film horor Indonesia terus berkembang, dan Arwah…
Terkini
NYALANUSANTARA, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)…
NYALANUSANTARA, Banjarnegara– Dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan…
NYALANUSANTARA, Jakarta– Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH)…
NYALANUSANTARA, Jakarta— Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH)…
NYALANUSANTARA, Jakarta— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan…
NYALANUSANTARA, Ungaran– Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi…
NYALANUSANTARA, Semarang– Sebanyak 200 dosen Pendidikan Pancasila dari…
NYALANUSANTARA, Rembang- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Ungaran– Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meninjau…
NYALANUSANTARA, Batang– Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat,…
NYALANUSANTARA, DEPOK- Drama thriller romantis mendatang Siren’s Kiss kembali…
Komentar