Review Iron Lung: Ambisi Besar Markiplier yang Terjebak di Ruang Sempit

Review Iron Lung: Ambisi Besar Markiplier yang Terjebak di Ruang Sempit

CINEPOLIS

Ritme yang Terlalu Lambat

Sayangnya, ide yang menjanjikan ini terasa dipanjangkan berlebihan.

Dengan durasi lebih dari dua jam dan hampir seluruh adegan berlangsung di satu lokasi dengan satu karakter, tantangan ritme menjadi sangat terasa. Penonton berulang kali melihat Simon memutar tuas, membaca koordinat, memantau layar, atau berdialog lewat radio.

Di awal, atmosfer tegangnya masih bekerja. Namun semakin lama, ketegangan berubah menjadi repetisi. Alih-alih menambah rasa takut, film justru terasa melelahkan.

Sebagai adaptasi gim, Iron Lung memang setia pada konsep aslinya. Tetapi mekanisme permainan yang efektif dalam medium interaktif tidak selalu berhasil ketika diterjemahkan ke format film panjang. Banyak momen terasa seperti level gim yang diulang tanpa perkembangan dramatis yang cukup signifikan.

Kualitas Teknis yang Layak Diapresiasi

Dari sisi produksi, film ini menunjukkan keseriusan. Set kapal selam dibangun secara fisik dan mampu berguncang nyata saat adegan kacau, memberikan sensasi imersif yang kuat. Efek darahnya pun total, bahkan disebut memecahkan rekor penggunaan darah palsu terbanyak di lokasi syuting.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini