REVIEW Rumble: Animasi Penuh Hati tentang Keberanian dan Menerima Diri Sendiri

REVIEW Rumble: Animasi Penuh Hati tentang Keberanian dan Menerima Diri Sendiri

NETFLIX

Rumble merupakan film animasi orisinal rilisan Paramount+ tahun 2021 yang tampil sebagai kejutan menyenangkan di tengah dominasi studio besar seperti Pixar. Film ini menawarkan kisah yang hangat, menghibur, dan sarat pesan moral, sekaligus menghadirkan tontonan keluarga yang solid. Dalam beberapa aspek, nuansanya mengingatkan pada Real Steel, hanya saja hubungan ayah-anak diganti dengan perjalanan emosional seorang gadis muda bernama Winnie.

Winnie (disuarakan oleh Geraldine Viswanathan) hidup di dunia di mana pertarungan monster adalah olahraga paling populer. Ayahnya dan monster legendarisnya, Rayburn, pernah menjadi ikon kebanggaan kota Stoker. Namun setelah tragedi merenggut mereka, Winnie berusaha melanjutkan warisan tersebut. Ia menemukan Rayburn Jr., monster yang dianggap gagal dan tidak berbakat, lalu mencoba membimbingnya menuju kejayaan.

Meski mengikuti formula klasik tentang underdog yang bangkit, film ini tetap terasa segar. “Rumble” merayakan karakter perempuan yang tangguh tanpa terkesan dipaksakan. Tema tentang mengejar mimpi, menghadapi kegagalan, dan belajar mencintai diri sendiri menjadi inti emosional cerita.

Salah satu kekuatan terbesar film ini adalah kemampuannya menjangkau penonton lintas usia. Anak-anak akan terpikat oleh aksi monster raksasa yang saling bertarung di stadion megah, sementara orang dewasa dapat menikmati lapisan emosional serta sindiran halus mengenai keserakahan dan ambisi berlebihan. Pesan moralnya disampaikan dengan ringan, tanpa terasa menggurui.

Dari sisi pengisi suara, film ini tampil kuat. Terry Crews mengisi suara Tentacular, monster antagonis yang karismatik dan sombong. Sementara itu, Will Arnett menghadirkan Rayburn Jr. dengan sentuhan humor sekaligus kerentanan emosional. Chemistry antara Arnett dan Viswanathan terasa alami, meski hanya dibangun melalui animasi dan dialog suara. Hubungan mentor-ambisius antara Winnie dan Rayburn Jr. menjadi jantung cerita yang menyentuh.

Disutradarai oleh Hamish Grieve dan diadaptasi dari novel grafis Monster on the Hill karya Rob Harrell, film ini menghadirkan keseimbangan antara komedi dan drama. Winnie digambarkan sebagai sosok berani, namun tetap rapuh dan manusiawi. Ada momen-momen ketika ia hampir menyerah, terutama saat menyadari bahwa usahanya mungkin sia-sia—dan justru di situlah film ini terasa paling jujur.

Rayburn Jr. sendiri bukan sekadar karakter lucu. Ia adalah sosok yang terbiasa kalah dan merasa tak pernah layak menyandang nama besar ayahnya. Perjalanannya bukan hanya tentang memenangkan pertarungan, tetapi menemukan harga diri. Walau ada nuansa film olahraga seperti “Rocky,” pendekatan “Rumble” lebih ringan dan menekankan humor serta penerimaan diri.


Editor: Lulu

Komentar

Terkini