REVIEW "GJLS: Ibuku Ibu-ibu" – Film Komedi Absurd dengan Sentuhan Lelucon Tak Terduga
"GJLS: Ibuku Ibu-ibu" merupakan film komedi terbaru yang mulai tayang di bioskop pada 12 Juni 2025. Disutradarai oleh Monty Tiwa, film ini menghadirkan trio podcaster terkenal—Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir—yang membawa gaya humor absurd mereka ke layar lebar.
Ciri khas humor GJLS yang nyeleneh tetap terasa sepanjang film. Tidak hanya mengundang tawa, film ini juga menyelipkan drama dan momen-momen membingungkan yang sengaja dibiarkan “gak jelas”—ciri khas gaya mereka yang dikenal di dunia podcasting.
Mengapa Film Ini Layak Ditonton?
1. Trio GJLS yang Kocaknya Kebangetan
Chemistry antara Rispo, Rigen, dan Hifdzi sangat kuat karena sudah lama bekerja bersama. Rispo tampil ceplas-ceplos dan blak-blakan, Rigen emosional dan meledak-ledak, sementara Hifdzi hadir dengan logat Thailand dan gerakan “unik” yang mencuri perhatian. Improvisasi mereka terasa alami, meski kadang terlalu liar hingga membingungkan jalannya cerita. Sekilas, mereka mengingatkan pada trio legendaris Warkop DKI.
2. Alur Cerita yang Kacau tapi Menghibur
Ceritanya mengikuti tiga bersaudara—anak dari Pak Tyo (Bucek Depp), seorang duda pemilik kos yang terpikat dengan SPG muda, Feni (Nadya Arina), dan berencana menikahinya. Kekacauan dimulai saat mereka menolak pernikahan tersebut karena khawatir kehilangan warisan. Situasi makin rumit dengan munculnya Sumi (Luna Maya), teman lama Pak Tyo yang punya niat tersembunyi.
Setiap karakter juga punya masalah pribadi: Rispo diburu pinjol akibat judi online, Rigen kehilangan mobil karena digendam, dan Hifdzi harus menikahi pacarnya yang sedang hamil. Genre film ini campur aduk—komedi, drama, musikal, hingga horor—yang membuatnya makin tak terduga.
Durasi film sekitar 95 menit, cukup untuk mengocok perut sekaligus membuat penonton bertanya-tanya tentang arah ceritanya.
3. Lelucon Kontroversial yang Berani
Humor yang digunakan sering kali menyentuh isu sensitif, seperti pinjaman online, cacat fisik, bahkan adegan yang bersifat vulgar. Meski kontroversial, keberanian ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi penontonnya.
4. Produksi Sederhana tapi Mengena
Secara teknis, film ini tidak menonjol. Namun keunggulan utamanya ada pada kekuatan akting dan keunikan cerita absurd yang disampaikan dengan percaya diri. Kesederhanaan produksi justru menjadi bagian dari pesona film ini.
Editor: Lulu
Terkait
Film komedi terbaru GJLS: Ibuku Ibu-Ibu siap menghibur…
Baru dirilis, film Gundik langsung menjadi perbincangan hangat…
Terkini
NYALANUSANTARA, Cilacap- Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti,…
NYALANUSANTARA, Cilacap- Pemerintah Kabupaten Cilacap menggelar Musyawarah Perencanaan…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Pemerintah Indonesia memastikan bahwa kondisi perekonomian…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional dalam…
NYALANUSANTARA, Salatiga- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan…
NYALANUSANTARA, Bawen- Jalan tol ruas Bawen-Ambarawa akan dibuka…
NYALANUSANTARA, Demak- Kedatangan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj…
NYALANUSANTARA, Semarang- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, Semarang – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng kembali melaksanakan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Ajang lari tahunan Semarang 10K…
Komentar