ULASAN "The Dark House": Teror Rumah Tua di Lereng Gunung yang Menggugah Pikiran dan Budaya

ULASAN "The Dark House": Teror Rumah Tua di Lereng Gunung yang Menggugah Pikiran dan Budaya

Awalnya hanya ingin menenangkan diri dengan berlibur ke rumah tua di kaki gunung, namun siapa sangka perjalanan healing tersebut malah berubah jadi petualangan mencekam. Itulah sekilas gambaran dari film The Dark House yang resmi tayang pada 12 Juni 2025.

Disutradarai oleh Hans Wanaghi dan diproduksi oleh Infinix Pictures bersama Citrus Sinema, film ini mengangkat kisah urban legend Sukma-Ayu 1958. Mengusung pendekatan horor yang berbeda dari film horor kebanyakan, The Dark House menghadirkan pengalaman menonton yang tidak hanya menegangkan, tapi juga penuh makna.

Siap-Siap Mental, Ini 5 Alasan Kenapa The Dark House Wajib Ditonton:

1. Rumah Tua yang Hidup dan Menghantui

Berlatar rumah lawas di lereng Gunung Slamet, bangunan ini bukan sekadar latar belakang, melainkan seolah menjadi karakter tersendiri. Suara kayu berderit, lorong sempit, dan bayangan samar menciptakan atmosfer horor yang kuat. Hans Wanaghi dengan piawai membangun suasana mencekam tanpa efek berlebihan, memanfaatkan lokasi di Baturaden dengan maksimal.

2. Teror Psikologis yang Mengusik Logika

Berbeda dengan film horor lain yang mengandalkan kejutan visual, The Dark House bermain dengan rasa ragu penonton. Karakter Arya yang dilanda gangguan psikologis membuat kita terus bertanya: mana yang nyata dan mana ilusi? Horornya bukan dari sosok menakutkan, tapi dari ketegangan batin yang menguras emosi.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini