SINOPSIS Doti: Tumbal Ilmu Hitam – Teror Psikologis dari Tanah Sulawesi

SINOPSIS Doti: Tumbal Ilmu Hitam – Teror Psikologis dari Tanah Sulawesi

Disutradarai oleh Bayu Pamungkas (De Toeng, 2019) dan ditulis oleh Kayla Maulida, film horor terbaru berjudul Doti: Tumbal Ilmu Hitam hadir sebagai suguhan menegangkan yang mengangkat budaya lokal Sulawesi. Diproduksi oleh Yehezkiel Amir, film ini mengambil inspirasi dari kisah nyata dan diproduksi secara penuh di Desa Jonjo, Parigi, Gowa, Sulawesi Selatan—lokasi yang menjadi saksi langsung peristiwa aslinya.

Sutradara Bayu menyebut film ini sebagai elevated horror, yakni jenis horor yang lebih menekankan teror psikologis dan batiniah ketimbang sekadar penampakan hantu. Ia menyuguhkan atmosfer mencekam dan cerita yang kuat secara naratif dan emosional.

“Doti,” dalam kepercayaan masyarakat Sulawesi, merupakan jenis ilmu hitam pemusnah jiwa, setara dengan santet atau teluh—dan dikenal sebagai salah satu praktik paling menakutkan di wilayah Timur Indonesia.

Ikhsan (Ahmad Pule) kembali ke kampung Jonjo untuk berziarah ke makam ayahnya, Daeng Rate (Jerry Wongiyanto), yang mati tragis 15 tahun silam karena dituduh mempraktikkan ilmu Doti. Meski ibunya, Daeng Rannu (Sri Herawati), sempat melarang karena trauma, Ikhsan tetap berangkat dengan menyembunyikan identitas aslinya.

Sesampainya di Jonjo, ia melihat makam ayahnya dibiarkan terbengkalai. Ia pun mencoba membangun kembali kepercayaan warga dengan memperbaiki mushola dan mengajak kembali ke jalan agama.

Namun kehadirannya justru memunculkan ketegangan. Kematian misterius terjadi. Sang dukun kampung, Daeng Rewa (Billy Budjanger), yang ternyata menyimpan rahasia masa lalu, memfitnah dan berusaha membunuh Ikhsan dengan ilmu hitam. Tapi serangan tersebut malah berbalik membunuh dirinya sendiri. Dari situlah kebenaran kematian ayah Ikhsan terkuak.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini