Gak Nyangka.. Komedi Absurd Jeihan Angga yang Menghibur tapi Tersandung di Akhir
Seperti karya-karya komedi Jeihan Angga sebelumnya, Gak Nyangka..!! kembali menampilkan deretan karakter yang bertingkah konyol, mencoba menyelesaikan masalah-masalah bodoh dengan solusi yang tak kalah bodoh. Bagi penikmat gaya khasnya (termasuk saya), kebodohan ini justru menjadi sumber hiburan. Sayangnya, plot film ini begitu kacau hingga melampaui batas wajar dari kekonyolan itu sendiri.
Meski terlihat sembrono, gaya komedi Jeihan — yang kali ini menulis naskah bersama Rahabi Mandra dan Syahrun Ramadhan — tidak pernah meremehkan kecerdasan penonton. Film ini memang ditujukan untuk mereka yang menyukai absurditas dan tidak terlalu mempermasalahkan hilangnya logika. Maka tak masalah ketika empat karakter utama, yang rata-rata berusia 36 tahun, dipaksa berperan sebagai mahasiswa tingkat akhir.
Ceritanya mengikuti Agoy (Ge Pamungkas), Darlina (Prisia Nasution), Cherry (Indah Permatasari), dan Bruno (Arie Kriting) yang kuliah di Yogyakarta. Setelah 17 kali proposal skripsi mereka ditolak oleh dosen galak Bu Pris (Sarah Sechan), akhirnya satu proposal diterima. Tapi masalah baru muncul: mereka butuh dana 100 juta rupiah untuk penelitian tersebut.
Keempatnya pun menempuh cara absurd untuk mencari uang: Agoy mencoba investasi saham, Darlina mengandalkan saweran TikTok, Cherry meminta uang pada ibunya (Cut Mini Theo), dan Bruno memeras bosnya dengan memanfaatkan stereotip orang Timur. Semua solusi ini jelas konyol — bahkan Cherry yang disebut paling rasional pun ikut tenggelam dalam absurditas saat Agoy menggunakan dana yang belum genap setengahnya untuk membeli tanah bodong, berharap mendapat untung berlipat.
Namun, kebodohan ini tidak dimaksudkan untuk merendahkan penonton. Jeihan sekadar membawa obrolan ngawur anak tongkrongan ke layar lebar. Dan hasilnya: tawa pun muncul dari strategi-strategi “kreatif” nan tak masuk akal para tokohnya.
Yang menarik, jajaran pemain sangat paham jenis kebodohan seperti apa yang diinginkan sang sutradara. Ge Pamungkas tampil penuh ekspresi, baik dalam adegan lucu maupun dramatis, meskipun logat medok-nya masih kurang pas. Prisia Nasution juga tampil cemerlang, mengingatkan kita akan kemampuannya yang sangat serbaguna.
Momen menyentuh muncul ketika Agoy yang frustasi memutuskan pulang kampung menemui ayahnya (diperankan Whani Dharmawan). Adegan hangat ini tak terduga hadir dalam film seperti Gak Nyangka..!!, dan dilanjutkan dengan kunjungan ke warung kopi milik Siti Fauziah, yang menyuguhkan obrolan ngalor-ngidul khas film bernuansa Jawa — penuh canda namun sarat makna.
Narasinya memang tidak punya arah jelas, seperti Bruno yang sering nyasar meski bekerja sebagai pemandu. Tapi kelucuan yang ditawarkan berhasil mengundang tawa, terutama bagi penggemar gaya humor Jeihan. Film ini juga menyentil sistem pendidikan tinggi, mengajak berpikir bahwa kampus seharusnya mendukung bakat mahasiswa dan memberi dampak bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar nilai IPK.
Sayangnya, masalah muncul pada bagian penutup. Film ini menumpuk begitu banyak konflik, dari urusan kuliah, drama keluarga tiap tokoh, hingga korupsi yang melibatkan Pak Kahar (Ebel Cobra). Tapi semuanya diselesaikan dengan cara serba instan, tiba-tiba, seolah para pembuatnya terburu-buru atau naskah akhirnya hilang tertiup angin.
Kalau kebodohan komedinya masih terasa menghibur, maka penyelesaian cerita film ini justru seperti bentuk pengabaian terhadap penonton yang sudah meluangkan waktu dan uang mereka.
Editor: Lulu
Terkait
Disutradarai oleh Sejal Shah dan dibintangi Nawazuddin Siddiqui,…
Di sore yang damai di Makassar, tiga bersaudara…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng kembali melaksanakan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Ajang lari tahunan Semarang 10K…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Wisata memperkuat kolaborasi…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kota Guixi di Provinsi Jiangxi, China kini…
NYALANUSANTARA, Cilacap – Tim SAR Cilacap melaksanakan evakuasi…
NYALANUSANTARA, Semarang - Pertumbuhan pengguna mobil listrik di…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Universitas Paramadina melalui The Lead Institute menggelar…
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menyatakan telah menyiapkan…
NYALANUSANTARA, Banyumas - Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
Komentar