ULASAN Bertaut Rindu: Drama Remaja Tentang Luka, Harapan, dan Impian yang Layak Dirayakan
Disutradarai oleh Rako Prijanto dan diproduksi oleh SinemArt, Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan merupakan adaptasi dari novel pemenang Gramedia Writing Project karya Tian Topandi. Film ini menyoroti kisah cinta remaja yang hangat, dibalut konflik emosional, mimpi, serta proses penyembuhan batin.
Cerita dimulai dari Jovanka (Adhisty Zara), seorang gadis remaja yang harus pindah ke Bandung bersama ibunya, Yuli (Putri Ayudya), setelah perceraian kedua orang tuanya. Di sekolah barunya, Jovanka mencoba tampil ceria meskipun menyimpan luka karena perpisahan dan kehadiran sosok baru dalam hidup ayahnya.
Di sisi lain, Magnus (Ari Irham) adalah pemuda pendiam yang baru saja diterima di ITB, kampus impiannya. Namun, kebahagiaannya terganggu oleh tekanan keluarga yang menginginkannya kuliah bisnis di luar negeri. Padahal, hasrat terbesarnya adalah menjadi pelukis. Ia merasa suaranya tak pernah dihargai oleh orang-orang terdekat.
Pertemuan antara Jovanka dan Magnus menjadi titik balik. Meski berbeda karakter—Jovanka yang ceria dan Magnus yang tertutup—keduanya menemukan pelipur lara satu sama lain. Jovanka menjadi penerang dalam hidup Magnus yang suram, dan Magnus menjadi tempat aman bagi Jovanka untuk menjadi dirinya sendiri. Hubungan mereka tumbuh menjadi ruang saling menyembuhkan dari luka keluarga dan tekanan hidup.
Film ini menyajikan konflik utama yang relevan: mimpi pribadi yang bertabrakan dengan harapan orang tua, serta dampak komunikasi yang terputus. Karakter pendukung seperti Maria (Aulia Deas) dan Koko (Bertram Beryl) turut hadir sebagai sahabat yang memperkuat daya tahan Jovanka dan Magnus menghadapi masa sulit.
Menurut Ari Irham, Bertaut Rindu menyampaikan pesan penting bagi orang tua—agar tidak memaksakan ambisi yang tak tersampaikan kepada anak. Ia menekankan pentingnya memberi ruang dan kepercayaan kepada anak untuk memilih jalannya sendiri. Hubungan akan retak jika orang tua tidak mau mendengar suara hati anaknya.
Dengan durasi 92 menit, film ini hadir padat tanpa narasi yang berlarut. Gaya penyutradaraan khas Rako Prijanto, yang kuat dalam membangun nuansa emosional melalui visual yang lembut, berpadu apik dengan akting menyentuh dari Adhisty Zara dan Ari Irham. Chemistry mereka terasa alami dan membumi.
Lebih dari sekadar kisah cinta remaja, Bertaut Rindu membahas isu-isu relevan seperti trauma akibat perceraian, tekanan harapan, dan pentingnya empati dalam keluarga. Judul film ini menjadi pernyataan tegas bahwa setiap mimpi pantas diperjuangkan dan dirayakan.
Tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 31 Juli 2025, film ini cocok dinikmati oleh remaja dan keluarga muda yang mencari tontonan berkualitas dengan pesan moral dan sentuhan emosi yang dalam.
Editor: Lulu
Terkait
Hidup JOVANKA (Adhisty Zara) berubah drastis setelah kedua…
Jassi (Ajay Devgn), setelah akhirnya mendapatkan visanya, pergi…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng kembali melaksanakan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Ajang lari tahunan Semarang 10K…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Wisata memperkuat kolaborasi…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kota Guixi di Provinsi Jiangxi, China kini…
NYALANUSANTARA, Cilacap – Tim SAR Cilacap melaksanakan evakuasi…
NYALANUSANTARA, Semarang - Pertumbuhan pengguna mobil listrik di…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Universitas Paramadina melalui The Lead Institute menggelar…
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menyatakan telah menyiapkan…
NYALANUSANTARA, Banyumas - Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
Komentar