RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

ISTIMEWA

Badan Pangan Nasional: Ketahanan Pangan Indonesia Kuat, Mayoritas Dipenuhi Produksi Dalam Negeri

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Badan Pangan Nasional menegaskan bahwa ketahanan pangan strategis Indonesia berada dalam kondisi kuat karena sebagian besar kebutuhan konsumsi masyarakat dipenuhi dari produksi domestik. Hal ini dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan nasional di tengah tantangan global seperti dinamika geopolitik dan ancaman El Nino.

Berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional 2026, dari 10 komoditas pangan utama, hanya sebagian kecil yang masih memerlukan impor. Sementara itu, komoditas seperti beras, jagung, cabai, bawang merah, daging ayam, telur, dan gula diperkirakan sepenuhnya dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri.

Produksi beras nasional menunjukkan kinerja positif dengan capaian sekitar 34,7 juta ton, didukung stok awal tahun yang mencapai lebih dari 12 juta ton. Pemerintah bahkan memproyeksikan stok akhir beras pada 2026 dapat mencapai hingga 16 juta ton, mencerminkan penguatan ketahanan pangan nasional.

Selain itu, pemerintah terus memperkuat peran petani melalui penyerapan gabah oleh Perum Bulog. Saat ini, cadangan beras yang dikelola Bulog telah melampaui 4 juta ton dan sepenuhnya berasal dari produksi dalam negeri tanpa impor sejak 2025.

Meski demikian, pemerintah tetap berupaya meningkatkan produksi komoditas yang masih bergantung pada impor seperti kedelai, bawang putih, dan daging sapi. Langkah ini dilakukan guna memperkuat kemandirian pangan nasional secara menyeluruh melalui sinergi lintas sektor dan kebijakan berkelanjutan.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini