Eddy Soeparno: Ekonomi Indonesia Dinilai Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global
Karso Aji - 13 April 2026 - EkbisNYALANUSANTARA, JAKARTA- Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, menyatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih cukup solid untuk mencapai pertumbuhan di atas 5 persen pada tahun ini, meskipun perekonomian global tengah tertekan akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, ketegangan global memang berdampak pada banyak negara, terutama karena terganggunya rantai pasok energi. Namun demikian, Indonesia dinilai memiliki keunggulan tersendiri dibanding negara lain dalam menghadapi situasi tersebut.
Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas proyeksi Bank Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di angka 4,7 persen, lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,4 persen.
Eddy menilai, salah satu faktor utama yang menopang ekonomi nasional adalah ekspor sumber daya alam seperti batu bara, minyak kelapa sawit, nikel, dan timah yang saat ini mengalami kenaikan harga di pasar global.
Selain itu, Indonesia juga dinilai relatif mandiri dalam sektor ketenagalistrikan karena mengandalkan sumber energi domestik seperti batu bara dan gas. Hal ini berbeda dengan negara seperti Singapura, Jepang, dan Korea Selatan yang masih bergantung pada impor energi.
Meski demikian, Eddy mengakui bahwa ruang fiskal pemerintah saat ini cukup terbatas. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran negara, terutama di tengah potensi kenaikan harga BBM yang dapat berdampak pada sektor industri, transportasi, dan rumah tangga.
Ia juga mengingatkan potensi kenaikan harga bahan baku seperti plastik dan pupuk yang dapat memicu lonjakan harga pangan dan kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras hingga produk rumah tangga.
Di tengah tantangan tersebut, Eddy optimistis pemerintah akan tetap menjaga stabilitas ekonomi melalui pengendalian inflasi dan pemberian bantalan sosial bagi masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penghematan energi bersubsidi agar anggaran dapat dialihkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
Kebijakan WFA Dinilai Efektif Kurangi Kepadatan Arus Mudik Lebaran 2026
Ekbis 16 jam lalu
Eddy Soeparno: Ekonomi Indonesia Dinilai Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global
Ekbis 1 hari lalu
BPJPH Wajibkan Sertifikasi Halal Sektor Logistik Berlaku Penuh Mulai 2026
Ekbis 1 hari lalu
Badan Pangan Nasional: Ketahanan Pangan Indonesia Kuat, Mayoritas Dipenuhi Produksi Dalam Negeri
Ekbis 2 hari lalu
Andi Amran Sulaiman Ajak Kampus Dorong Hilirisasi Pertanian dan Inovasi Teknologi
Ekbis 2 hari lalu
Terkini
Honor 600 Series Siap Rilis Global: Kamera 200MP dan Baterai Besar Jadi Andalan
Tekno 4 jam lalu
Bocoran Vivo X Fold 6: Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP Siap Gebrak Pasar Foldable
Tekno 5 jam lalu
Vivo T5 Pro 5G Siap Meluncur: Baterai Jumbo 9.020mAh dan Layar 144Hz Jadi Andalan
Tekno 6 jam lalu
ULASAN Ready or Not 2: Here I Come: Sekuel Ambisius yang Kehilangan Ketegangan
Sinema 8 jam lalu
SINOPSIS Songko: Horor Legenda Minahasa yang Menggali Teror dan Ketakutan Sosial
Sinema 9 jam lalu
512 Pramuka Siaga Ikuti LKS 2026 Kwarran Mijen di SDN Karangmalang
Ilmu 9 jam lalu
Empat Kios di Kabupaten Semarang Terbakar, Diduga karena Lupa Matikan Kompor
Ragam Nusantara 10 jam lalu
ULASAN Don’t Follow Me: Horor Media Sosial yang Menyentil Ambisi dan Realitas Digital
Sinema 10 jam lalu
Antisipasi Situasi Kontijensi, Polres Semarang Gelar Simulasi
Ragam Nusantara 11 jam lalu
ULASAN Turbulence: Thriller di Ketinggian dengan Ketegangan yang Belum Maksimal
Sinema 11 jam lalu
Pra Desk Evaluasi ZI, Kemenkum Jateng Matangkan Kesiapan Menuju WBBM
Ragam Nusantara 12 jam lalu