KKP Percepat Pemulihan Tambak Udang Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempercepat pemulihan tambak-tambak udang yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan agar pasokan dan stabilitas rantai pasok industri udang nasional tetap terjaga.
Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan sekaligus Komandan Satgas KKP Peduli Bencana Sumatera, Pung Nugroho Saksono, menjelaskan bahwa wilayah pesisir yang menjadi tulang punggung produksi udang ikut terdampak bencana. “Satgas KKP bekerja cepat agar pemulihan rantai produksi bisa segera dilakukan,” ujarnya saat memberikan laporan dalam kegiatan pelepasan ekspor udang bersertifikat bebas Cesium-137 di Jakarta, Rabu.
Sejak 2 Desember, Satgas KKP telah menurunkan armada laut dan udara, termasuk kapal pengawas dan satu pesawat patroli, untuk menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak yang masih terisolasi, sekaligus membantu pemulihan ekonomi masyarakat pesisir.
Pada tahap awal, KKP mendirikan posko terpadu dan menyalurkan sedikitnya 10 ton bantuan logistik ke Lhokseumawe. Dapur umum juga dibentuk bersama pemerintah daerah dan relawan guna memastikan distribusi bantuan tepat sasaran. Sebelumnya, bantuan logistik, termasuk 10.000 kaleng ikan olahan dan kebutuhan pokok lain, telah dikirim ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui pesawat pengawasan dan kapal patroli.
Banjir bandang dan longsor telah merusak fasilitas budidaya dan mengganggu mata pencaharian masyarakat pesisir. Untuk mempercepat pemulihan, KKP terus menghimpun donasi serta berkolaborasi dengan TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, dan unit pelaksana teknis KKP. Pung menekankan, “Kami terus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat kelautan dan perikanan di lapangan, dan memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang terdampak.”
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menambahkan bahwa pemerintah akan terus mendampingi pemulihan usaha perikanan yang menyerap banyak tenaga kerja. “Selain sembako, yang mendesak adalah pakaian dan air bersih. Pemerintah menggerakkan bantuan besar-besaran untuk meringankan beban masyarakat, termasuk yang menggantungkan hidupnya pada tambak udang,” ujarnya.
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, Jakarta- Guna mengatasi pengiriman hasil perikanan dari…
NYALANUSANTARA, Boyolali– Proyek pengadaan barang dan jasa dinilai…
Terkini
NYALANUSANTARA, Demak– Kepungan air pasang (rob) yang rutin…
NYALANUSANTARA, Kudus– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan,…
NYALANUSANTARA, Kudus– Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Gubernur…
Film Korea We, Everyday akhirnya resmi dirilis pada…
NYALANUSANTARA, Sukoharjo– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, KARANGAYAR- Film Korea terbaru Number One resmi tayang…
NYALANUSANTARA, KLATEN- Perusahaan teknologi Oppo bersiap meluncurkan ponsel lipat…
NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng)…
NYALANUSANTARA, REMBANG- Perusahaan teknologi Vivo mengungkap sejumlah spesifikasi utama…
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menggelar Apel Gelar…
NYALANUSANTARA, DEPOK- Perusahaan teknologi OnePlus dikabarkan akan segera meluncurkan…
Komentar