Unwahas Semarang Gelar Pelatihan Budaya Damai untuk Guru Muslim di Vietnam

Unwahas Semarang Gelar Pelatihan Budaya Damai untuk Guru Muslim di Vietnam

NYALANUSANTARA, Semarang – Universitas Wahid Hasyim atau Unwahas Semarang kembali meneguhkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat internasional melalui kegiatan “Ruang Damai: Membangun dan Menumbuhkan Budaya Damai di Komunitas” yang dilaksanakan di Ma’had Darussalam Lil Tadrib Al Islami, Tay Ninh, Vietnam, Rabu (16/10)

Kegiatan ini dipandu oleh fasilitator Alternatives to Violence Project (AVP), Wahyu Arif Raharjo, M.IR., dosen Program Studi Hubungan Internasional FISIP Unwahas, bersama dua fasilitator pendamping dari Fakultas Agama Islam (FAI) yaitu Dr. Nurul Azizah, M.Pd. dan Linda Indiyarti Putri, M.Pd.. Kegiatan diikuti oleh 14 orang ustadz dan ustadzah dari Ma’had tersebut.

Wahyu Arif menyebutkan program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat dosen tingkat internasional yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unwahas melalui skema pengabdian internasional.

“Unwahas Semarang sendiri telah menjalin kerja sama dengan Ma’had ini sejak tahun 2023, dan beberapa alumninya kini tengah menempuh studi di Unwahas,” ungkapnya, Senin (20/10).

Guru-guru di Ma’had Darussalam Lil Tadrib Al Islami merupakan pendakwah Islam di Vietnam, di mana umat Muslim menjadi kelompok minoritas. Mereka berasal dari etnis Cham, komunitas Muslim terbesar di Vietnam dengan jumlah populasi antara 78.000 hingga 100.000 jiwa.

“Ma’had ini menjadi satu-satunya sekolah Islam yang diakui secara resmi oleh pemerintah Vietnam, dan berperan penting dalam menjaga eksistensi pendidikan Islam di negeri yang dikenal sebagai Land of the Lotus tersebut,” lanjutnya.

Dalam pelatihan ini, para guru diperkenalkan dengan pendekatan hidup tanpa kekerasan (HTK), dimulai dari praktik memunculkan yang baik dalam diri sendiri, kemudian pada orang lain. Para peserta juga diajak untuk berefleksi bahwa setiap manusia memiliki fitrah kebaikan, dan pemahaman ini dapat memperkuat saling dukung serta kerja sama yang harmonis di lingkungan sekolah maupun masyarakat.


Editor: Holy

Komentar

Terkini