Terobosan Antibodi Llama dan Alpaka Diyakini Bantu Mengatasi Gigitan Ular

Terobosan Antibodi Llama dan Alpaka Diyakini Bantu Mengatasi Gigitan Ular

Salah satu tantangan besar dalam pengembangan serum antibisa adalah kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Setiap wilayah memiliki spesies ular berbisa yang berbeda, sehingga menentukan komposisi serum yang dapat mencakup seluruh daerah menjadi sangat sulit. 

Selain itu, fasilitas snake farm yang belum memenuhi standar internasional juga menghambat ketersediaan venom yang stabil untuk kebutuhan penelitian.

Donan menekankan bahwa dalam penanganan kasus gigitan ular berbisa, langkah pertama yang sangat penting adalah imobilisasi untuk membatasi pergerakan area tubuh yang terkena gigitan. Selain itu, metode bantalan tekan dapat diterapkan sebagai pertolongan pertama dalam kondisi darurat. Menenangkan korban juga menjadi bagian yang sangat penting, agar racun tidak menyebar lebih cepat dalam tubuh. 

"Setelah itu, korban bisa segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut," jelasnya.

Terobosan antibodi llama dan alpaka yang mampu menjangkau 17 spesies ular berbisa memberikan harapan baru bagi dunia riset dan kesehatan. Donan berharap inovasi ini dapat dikembangkan secara massal, khususnya di negara dengan tingkat kematian akibat gigitan ular yang tinggi, seperti Indonesia. 

"Saya harap inovasi ini dapat diproduksi massal dan menjangkau masyarakat, terutama petani, peladang, dan orang-orang yang bekerja di hutan," pungkasnya.

Dengan terus mengembangkan riset dan inovasi dalam penanganan gigitan ular, Indonesia berharap dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi dampak dari kecelakaan gigitan ular yang sering terjadi di berbagai wilayah.
 


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini