Satgas PPKPT Unwahas Semarang Gencarkan Sosialisasi Anti Kekerasan Kepada Perwakilan Ormawa
NYALANUSANTARA, Semarang – Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Wahid Hasyim atau Unwahas Semarang memperkuat komitmen anti-kekerasan melalui kegiatan sosialisasi intensif yang menargetkan perwakilan organisasi mahasiswa (Ormawa) pada Kamis (18/11) pagi. Bertempat di ruang rapat dekanat lantai 6 kegiatan ini bertujuan menjadikan Ormawa sebagai agen perubahan utama dalam mewujudkan kampus yang bebas dari segala bentuk kekerasan, terutama kekerasan seksual, sesuai amanat Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021.
Ketua Satgas PPKPT Unwahas Dr. Nurul Azizah, S.Pd.I., M.Pd yang turut bertindak sebagai narasumber utama menekankan bahwa pencegahan kekerasan adalah tanggung jawab kolektif. Ia secara khusus menyoroti peran strategis Ormawa dalam memutus mata rantai kekerasan di lingkungan kampus.
"Ormawa adalah denyut nadi mahasiswa. Mereka memiliki jaringan dan pengaruh langsung. Kami berharap, setelah sosialisasi ini, rekan-rekan Ormawa tidak hanya menjadi informan, tetapi juga pendidik sebaya yang menyebarkan pemahaman tentang consent (persetujuan) dan etika pergaulan yang sehat," ujarnya, Minggu (23/11).
Materi sosialisasi fokus pada pengenalan bentuk kekerasan seksual sesuai peraturan, yang mencakup pelecehan verbal, non-fisik berbasis teknologi, hingga kekerasan fisik. Ia juga menjelaskan secara rinci prosedur pelaporan yang aman dan rahasia bagi korban.
"Kami menjamin kerahasiaan dan keberpihakan penuh kepada korban. Satgas PPKPT Unwahas telah menyiapkan jalur khusus pelaporan yang bekerjasama dengan Bagian Kemahasiswaan dan kami berupaya memproses setiap laporan dengan cepat dan sesuai kode etik. Kampus ini tidak akan mentoleransi pelaku kekerasan," tegasnya.
Wakil Rektor I Unwahas Dr. Nur Cholid, M.Ag., M.Pd turut hadir untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara, Ia menyebut kekerasan baik fisik, verbal, seksual maupun dalam pentuk perundungan dan diskriminasi adalah ancaman serius terhadap iklim akademik.
“Kekerasan itu bukan hanya melukai individu namun juga merusak nilai-nilai keilmuan, kemanusiaan, dan moralitas yang harus dijunjung tinggi di Perguruan Tinggi,” ungkapnya.
Editor: Holy
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kanwil Kemenkum Jateng kembali melaksanakan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Ajang lari tahunan Semarang 10K…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Wisata memperkuat kolaborasi…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kota Guixi di Provinsi Jiangxi, China kini…
NYALANUSANTARA, Cilacap – Tim SAR Cilacap melaksanakan evakuasi…
NYALANUSANTARA, Semarang - Pertumbuhan pengguna mobil listrik di…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Universitas Paramadina melalui The Lead Institute menggelar…
Jamin Kelancaran Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jateng Siapkan Strategi Aglomerasi Wilayah
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menyatakan telah menyiapkan…
NYALANUSANTARA, Banyumas - Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Candi…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…
Komentar