Ahli Energi Terbarukan UNAIR Tanggapi Isu Penerapan EBT di Nusa Penida Bali

Ahli Energi Terbarukan UNAIR Tanggapi Isu Penerapan EBT di Nusa Penida Bali

Prisma Megantoro ST MEng, Dosen Teknik Elektro UNAIR.

Prisma juga menekankan bahwa meskipun Nusa Penida memiliki potensi besar untuk menerapkan EBT hingga 100 persen, proses ini akan memakan waktu. Diperkirakan diperlukan 15 hingga 20 tahun untuk sepenuhnya menggantikan energi diesel dengan EBT di pulau tersebut.

“Nusa Penida masih berada di wilayah Selatan Indonesia dan masih terlewati oleh angin muson barat dan timur. Potensial angin di wilayah tersebut termasuk tinggi, demikian dengan potensi suryanya. Kalau berbicara tentang Net Zero Emission (NZE), itu tergantung pada penerapan teknologi pembangkit listrik di lokasi tersebut. Juga bergantung pada distribusi dan
akomodasinya. Setelahnya, baru dapat mendukung NZE,” pungkas Prisma.

Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil menuju EBT di Indonesia, khususnya di Nusa Penida, merupakan tonggak penting dalam menjaga lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan. 

Dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi pemimpin dalam penggunaan energi bersih di masa depan.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini