Indonesia Pertimbangkan Gabung BRICS, Dosen UNAIR Berikan Tanggapan Dampak Geopolitik

Indonesia Pertimbangkan Gabung BRICS, Dosen UNAIR Berikan Tanggapan Dampak Geopolitik

Pakar kajian Eropa Timur dan Rusia sekaligus dosen hubungan internasional dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) Radityo Dharmaputra S Hub Int M Hub Int RCEES IntM MA (Foto: Istimewa)

Hal ini membuat keanggotaan di BRICS terlihat tidak esensial, karena Indonesia sudah dapat menjalin kemitraan tanpa perlu keanggotaan penuh.

Radityo juga memperingatkan bahwa BRICS bukan sekadar forum ekonomi, melainkan blok geopolitik yang bisa membawa konsekuensi besar bagi posisi netral Indonesia. 

“BRICS ini soal geopolitik global, dan tensinya tinggi dengan Barat. Bergabung akan memberi sinyal Indonesia memihak,” tambahnya.

Menurutnya, langkah untuk bergabung dengan BRICS juga akan menggeser posisi politik Indonesia dalam menghadapi ketegangan geopolitik antara Barat dan Timur. 

Oleh karena itu, Indonesia perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang yang melibatkan pertimbangan lebih luas daripada hanya aspek ekonomi.

Sebagai solusi, Radityo menyarankan Indonesia untuk menjadi partner BRICS tanpa keanggotaan penuh, sehingga Indonesia tetap bisa berpartisipasi dalam kegiatan BRICS tanpa harus berpihak. 

“Cukup jadi partner saja tanpa keanggotaan. Dengan demikian, kita bisa bergerak sesuai kepentingan nasional,” ungkap Radityo, yang juga alumnus University of Glasgow.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini