Mahasiswa UNAIR Jalani Magang Bersertifikat di BPK, Berkontribusi untuk Pelestarian Cagar Budaya

Mahasiswa UNAIR Jalani Magang Bersertifikat di BPK, Berkontribusi untuk Pelestarian Cagar Budaya

Selain itu, hasil pendataan tersebut akan diintegrasikan ke dalam Sistem Pendataan Kebudayaan Terpadu (SPKT) untuk mempermudah pengelolaan data budaya.

“Pengalaman yang saya dapatkan sangat berharga dan tidak terpikirkan sebelumnya, seperti mengikuti kegiatan lapangan dalam konservasi cagar budaya di Candi Ijo, hingga pengkajian cagar budaya melalui kegiatan seperti nyungging wayang,” ujarnya.

Hilman juga mendapatkan banyak pengetahuan dan keterampilan baru selama magang. Mulai dari keterampilan pendataan, observasi, hingga analisis cagar budaya, serta kemampuan public speaking yang semakin terasah. 

Hilman menyebutkan bahwa pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi masa depannya.

“Saya juga senang bisa bertemu dengan banyak pihak yang berperan penting dalam pelestarian cagar budaya, seperti tim ahli, pamong budaya, hingga pejabat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang memberikan wawasan khusus seputar pelestarian budaya,” tambahnya.

Pengalaman yang didapatkan Hilman selama program MBK ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam usaha pelestarian budaya di Indonesia. 

Bagi UNAIR, partisipasi mahasiswa dalam program seperti ini menunjukkan kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mendukung pelestarian budaya dan warisan sejarah Indonesia.


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini