FSM UNDIP- Morita Farma Implementasikan Liposom Sebagai Inovasi Produk Kosmetik

FSM UNDIP- Morita Farma Implementasikan Liposom Sebagai Inovasi Produk Kosmetik

"Produk-produk seperti Euterria dan Skinoasis yang tengah dikembangkan PT St. Morita Farma merupakan bagian dari upaya itu, dan kini tengah dikembangkan lebih lanjut bersama FSM UNDIP. Kolaborasi ini juga mendapat sambutan positif dari para peneliti FSM UNDIP yang melihat potensi besar pengembangan riset liposom untuk aplikasi nyata di industri," katanya.

Prof. Yayuk Astuti, PhD., dosen sekaligus peneliti dari Departemen Kimia dan selaku Koordinator Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat FSM UNDIP, yang menegaskan bahwa sudah saatnya hasil riset tidak hanya berhenti di jurnal ilmiah, tetapi hadir sebagai solusi nyata di lini produksi industri. 

"Pengembangan liposom ini adalah momentum penting untuk membuktikan bahwa riset dasar pun dapat menjawab tantangan dunia nyata asalkan didorong oleh kemauan kolaboratif dan keberanian mentransformasikan pengetahuan menjadi inovasi," ungkapnya. 

Sebagai wujud konkret kolaborasi, pada hari yang sama dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Diponegoro dan PT St. Morita Farma. Acara ini berlangsung di Gedung Rektorat UNDIP dan secara langsung ditandatangani oleh Rektor Universitas Diponegoro serta Direktur PT St. Morita Farma.

Rektor Universitas Diponegoro Prof Suharnomo menyampaikan dukungan penuh terhadap kerja sama ini dan menegaskan pentingnya hilirisasi hasil riset di lingkungan perguruan tinggi. 

“Mudah-mudahan kerja sama ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat luas. Tidak hanya di bidang kosmetik, tetapi juga pada berbagai bidang lain,” ujarnya.

Dengan semangat sinergi antara dunia akademik dan industri, kerja sama antara FSM UNDIP dan PT St. Morita Farma diharapkan mampu mendorong pemanfaatan sumber daya lokal Indonesia dalam inovasi produk kosmetik berdaya saing global.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini