Mahasiswa UNAIR Sabet Medali Perak dalam Kompetisi Internasional Desain Inovatif

Mahasiswa UNAIR Sabet Medali Perak dalam Kompetisi Internasional Desain Inovatif

NYALANUSANTARA, Surabaya - Prestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR), kali ini oleh kelima mahasiswa yang berhasil meraih medali perak dalam 2023 Future Designer International Innovation Design Awards & Science for SDGs Innovation Contest. 

Kompetisi tersebut diadakan oleh UNESCO dan menarik peserta dari 48 negara yang berkompetisi untuk memberikan kontribusi inovatif dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) untuk masa depan.

Kelima mahasiswa UNAIR yang sukses menyisihkan lebih dari 1500 peserta dari seluruh dunia adalah Fahira Firdausi (FST 2020), Rakyan Krisna Dewangga (FST 2020), Ira Nurwahyu Kusuma (FK 2021), Agde Muzaky Kurniawan (FK 2020), dan Nadhif Fenella Yasmin (FK 2022).

Fahira Firdausi mengungkapkan bahwa perjalanan menuju keberhasilan ini melibatkan proses seleksi yang panjang dan ketat. 

"Pada kompetisi kali ini, memang tidak sembarang orang yang dapat mengikuti. Setiap peserta harus melewati tahapan pengumpulan abstrak untuk dapat mengikuti dan lanjut ke babak selanjutnya," ujarnya.

Lebih lanjut, Fahira menjelaskan bahwa kompetisi ini tidak hanya membutuhkan pengumpulan abstrak, tetapi juga meminta peserta untuk mengembangkan inovasi dalam bentuk aplikasi, video, prototipe, dan poster. 

Hal ini menjadi tantangan besar bagi mereka, terutama karena peserta berasal dari berbagai negara di seluruh dunia.

Fahira dan timnya menciptakan aplikasi bernama "Scabyner" (Scanner for Baby Skin Healthcare). Aplikasi ini dirancang untuk mendeteksi dini Hiperbilirubinemia, sebuah penyakit yang dapat memengaruhi bayi prematur. 

"Penyakit ini merupakan akumulasi bilirubin dalam darah yang berlebihan, ditandai dengan adanya jaundice atau ikterus dan perubahan warna kulit pada bayi," jelas Fahira.

"Scabyner bekerja seperti scanner untuk mendeteksi kulit bayi yang mengalami Hiperbilirubinemia. Hasil scanning tersebut akan dimasukkan ke dalam database untuk diproses melalui pencocokan dengan ciri-ciri bayi yang mengalami kondisi serupa di seluruh dunia," tambahnya.

Fahira juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Dr. Mahendra Tri Arif Sampurna SpA PhD, dosen pembimbing mereka, yang memberikan arahan dan masukan pada pengembangan Scabyner. 

"Pencapaian ini tidak membuat kami berpuas diri dan akan terus menyumbangkan catatan prestasi membanggakan untuk Universitas Airlangga," tutup Fahira dengan semangat. 


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini