Wabup Gunungkidul dan HNW Lakukan Peletakan Batu Pertama Ponpes Modern Baitussalam 4
NYALANUSANTARA, Gunungkidul- Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, bersama Wakil Ketua MPR RI, Muhammad Hidayat Nur Wahid, melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Pondok Pesantren Modern Baitussalam 4 yang terletak di Padukuhan Sumbertetes, Kalurahan Patuk, Gunungkidul, pada Senin 27 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Hidayat Nur Wahid menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Modern Baitussalam 4 ini akan mengacu pada sistem pendidikan yang diterapkan di Pondok Modern Darussalam Gontor.
"Yang dihadirkan adalah segala bentuk kebaikan—baik dari sisi kualitas, komitmen, maupun nilai-nilai yang diajarkan. Saya pastikan tidak ada unsur radikalisme di dalamnya," tegas Hidayat.
Hidayat juga menambahkan, baik di Baitussalam maupun di Gontor, para santri dibiasakan untuk melafalkan hymne yang menyebut tiga sosok ibu: Ibu Indonesia, ibu kandung, dan ibu pesantren. "Dengan begitu, pesantren justru menanamkan nilai-nilai luhur tentang bakti dan cinta kepada ibu. Tidak mungkin mengajarkan hal yang durhaka terhadap ibunya," ujarnya.
Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menyampaikan bahwa peletakan batu pertama ini bukan hanya simbol dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga bentuk komitmen bersama untuk memperluas akses pendidikan keislaman yang berkualitas di Gunungkidul.
"Di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi, pesantren memiliki peran penting dalam menjaga moralitas, membangun karakter, dan menyiapkan generasi yang cerdas serta berakhlak mulia," jelas Joko.
Joko juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas berdirinya Pondok Pesantren Modern Baitussalam 4. Ia meyakini bahwa pesantren ini akan memberikan dampak besar dalam penguatan sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berdaya saing, khususnya di Bumi Handayani.
"Semoga pembangunan Pondok Pesantren Modern Baitussalam 4 ini berjalan lancar, membawa manfaat luas, dan menjadi ladang amal jariyah bagi semua pihak," tambahnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Modern Baitussalam, KH. Abdul Hakim, menjelaskan bahwa pesantren ini akan dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare, tidak hanya untuk gedung pondok, tetapi juga untuk lembaga pendidikan yang mencakup jenjang dari Kelompok Bermain (KB) hingga SMA. "Berawal dari hanya 3 santri, kini jumlah santri telah mencapai 2.300 dari berbagai jenjang pendidikan," ungkap Abdul Hakim.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Gunungkidul- Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Balai Besar…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul- Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menghadiri…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Artotel Group, melalui pilar Food…
NYALANUSANTARA, JEPARA- Setelah merilis Honor Power 2 dengan baterai…
NYALANUSANTARA, Jakarta - KAI Services meresmikan Laboratorium Quality…
NYALANUSANTARA, DEMAK- Penerus Xiaomi 17 Pro mulai mencuri perhatian…
NYALANUSANTARA, Semarang – Kualitas pendidikan di Fakultas Kedokteran…
NYALANUSANTARA, Semarang – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang,…
NYALANUSANTARA, TAIYUAN- Tren kerajinan tangan seperti tembikar, stiker dekoratif,…
NYALANUSANTARA, Jakarta– Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Fakultas Sains dan Matematika (FSM)…
NYALANUSANTARA, Semarang – Pelaksanaan Pemilu yang jujur, adil,…
NYALANUSANTARA, Semarang – Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang…
Komentar