Wujudkan Pangan Aman di Jateng, BBBPOM di Semarang Dorong Germas Sapa

Wujudkan Pangan Aman di Jateng, BBBPOM di Semarang Dorong Germas Sapa

“Sementara itu, di pasar rakyat sebagai titik penting masyarakat memperoleh bahan pangan, intervensi difokuskan pada pencegahan penyalahgunaan bahan berbahaya, seperti boraks dan formalin. Kurangnya pengendalian di pasar selama ini, menyebabkan masih ditemukannya pangan berbahaya yang mengancam kesehatan konsumen,” ungkapnya.

Rustyawati menambahkan, keterpaduan keamanan pangan di Jawa Tengah, bertujuan untuk mewujudkan budaya keamanan pangan, melalui peningkatan kemandirian masyarakat, pelaku usaha dan komunitas. Selain itu, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pangan aman, serta menguatkan sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Dan satu lagi, untuk meningkatkan kualitas hidup dan perekonomian desa/ kelurahan. Dengan sinergi semua pihak, Germas Sapa diharapkan mampu menjadi gerakan kemandirian masyarakat, dalam memastikan pangan yang aman, sehat, dan bermutu bagi seluruh warga Jawa Tengah,” tandasnya.

Penguatan pangan aman itu juga sejalan dengan komitmen Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang meminta agar pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih diperketat. Hal itu dilakukan guna memastikan keamanan pangan di wilayahnya.

Dalam kesempatan lain, Luthfi menegaskan, keamanan pangan tidak boleh ditawar. Karenanya, seluruh dapur penyedia MBG harus memperketat proses pengolahan, kebersihan, dan pengawasan makanan, supaya kejadian keracunan makanan tidak terulang.

“Harapannya, kejadian-kejadian (keracunan) kemarin tidak terulang kembali, karena ini program struktural, maka harus kita laksanakan,” tegas Luthfi.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini