KAI Wisata Dorong Ekosistem Perfilman Semarang lewat Lawang Sewu Short Film Festival 2025

KAI Wisata Dorong Ekosistem Perfilman Semarang lewat Lawang Sewu Short Film Festival 2025

Sinergi lintas daerah, komunitas film, hingga institusi internasional mempertegas posisi LSSFF sebagai ruang kreatif yang berkembang, bukan sekadar ajang lokal. “Sebagai pengelola destinasi heritage, KAI Wisata berkomitmen menjadikan Lawang Sewu lebih dari sekadar objek wisata—yakni ekosistem inspiratif yang relevan dengan perkembangan zaman melalui seni dan film,” ungkap Hendy Helmy. Kehadiran ratusan sineas dari berbagai daerah menunjukkan bahwa Semarang semakin diakui sebagai pusat kreatif nasional.

Peran Pemerintah Daerah dalam Memperkuat Ekosistem Kreatif

Penyelenggaraan festival ini merupakan hasil kerja sama sejumlah instansi, antara lain:

Dinas Pariwisata Kota Semarang
• Mendukung promosi dan memperluas jangkauan pariwisata
• Menjadikan festival sebagai bagian dari strategi penguatan destinasi kreatif

Dinas Koperasi
• Menyediakan ruang usaha bagi UMKM
• Menghadirkan pelaku ekonomi kreatif ke dalam acara

Disbudpar
• Menyelenggarakan edukasi, workshop, dan sosialisasi perfilman
• Memberikan ruang bagi komunitas seni, budaya, dan sineas muda

Kolaborasi ini menegaskan bahwa LSSFF bukan hanya soal film, tetapi tentang membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif. “Kami berharap LSSFF menjadi agenda rutin tahunan dan berkembang menjadi festival film berskala nasional. KAI Wisata akan terus mendukung ruang-ruang kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat, memperkuat potensi wisata heritage, serta membuka peluang bagi talenta muda untuk berkembang. Tujuan kami jelas: menghadirkan destinasi yang tidak hanya dikunjungi, tetapi juga menjadi tempat lahirnya karya,” tutup Hendy Helmy.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini