Pertamina Pulihkan Hampir Seluruh Layanan Energi di Wilayah Bencana Sumatera

Pertamina Pulihkan Hampir Seluruh Layanan Energi di Wilayah Bencana Sumatera

Untuk menjangkau wilayah terisolasi, Pertamina menerapkan pola Regular, Alternative, dan Emergency (RAE) dengan memanfaatkan berbagai moda transportasi, mulai dari darat, laut, hingga udara menggunakan pesawat Hercules, helikopter, dan air tractor.

Selain pemulihan distribusi energi, Pertamina juga mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih. BNPB menilai langkah ini krusial untuk mencegah munculnya penyakit pascabencana di lokasi pengungsian.

“Penyediaan air bersih melalui truk air dan pembangunan sumur bor sangat membantu menjaga standar kesehatan masyarakat,” ujar Abdul Muhari.

Hingga 8 Januari 2026, Pertamina telah mereaktivasi 19 sumur bor di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur, serta membangun empat sumur bor baru di lokasi strategis. Selain itu, tujuh tim pengeboran tambahan telah diberangkatkan ke Aceh Tamiang dan Pidie Jaya.

Pertamina juga mendistribusikan 15 truk air bersih setiap hari dengan total volume mencapai 2,2 juta liter untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan fasilitas umum.

Sejak masa tanggap darurat, Pertamina menyalurkan bantuan energi berupa 1.578 tabung LPG, 653 kiloliter BBM (Dexlite, Pertamax, dan Avtur) untuk mendukung operasional genset, alat berat, ambulans, dan pesawat logistik. Perusahaan juga menyediakan 12 unit genset dan 15 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala kecil.

Di bidang kesehatan dan logistik, Pertamina telah melayani lebih dari 1.500 warga melalui empat posko kesehatan di Aceh Tamiang, Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Sibolga. Layanan tersebut didukung 28 dokter dan 56 perawat dari anak perusahaan Pertamina.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini